URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di wilayah Semarang terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 14.00–17.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9 meter. Kondisi pasang yang berlangsung hingga sore hari berpotensi memicu genangan rob di kawasan pesisir Semarang, Demak, serta wilayah pantai utara Jawa Tengah, terutama di area pelabuhan dan tambak pesisir.

Mbak Google

INFO BMKG

26 Mei 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–17.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter

26 Mei 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–17.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter

26 Mei 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–17.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter

featured-img

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi maritim di wilayah perairan Semarang–Demak dan Laut Jawa bagian selatan masih relatif kondusif pada Selasa, 26 Mei 2026. Meski demikian, masyarakat pesisir diminta tetap mewaspadai kenaikan muka air laut yang terjadi secara bertahap sejak pagi hingga sore hari.

Berdasarkan prakiraan pasang surut harian, tinggi muka air laut pada dini hari berada di kisaran 0,3 meter pada pukul 01.00–02.00 WIB. Ketinggian air kemudian meningkat menjadi 0,4 meter pada pukul 03.00 WIB dan terus naik ke level 0,6 meter pada pukul 05.00–10.00 WIB.

Memasuki siang hari, muka air laut meningkat menjadi 0,7 meter pada pukul 11.00–12.00 WIB dan mencapai 0,8 meter pada pukul 13.00 WIB. Puncak pasang diprakirakan berlangsung pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB dengan tinggi muka air laut maksimum mencapai 0,9 meter.

Setelah periode pasang maksimum berakhir, muka air laut mulai menurun menjadi 0,8 meter pada pukul 18.00 WIB dan turun bertahap hingga mencapai 0,2 meter pada pukul 23.00–24.00 WIB sebagai kondisi surut terendah harian. BMKG mencatat posisi Mean Sea Level (MSL) atau rata-rata muka laut berada pada kisaran 0,6 meter.

Sementara itu, kondisi cuaca maritim di perairan Semarang–Demak diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, dengan potensi hujan ringan pada malam hari. Suhu udara berkisar antara 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara relatif tinggi mencapai 71–89 persen.

Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 3–10 knot dan hembusan maksimum mencapai 18 knot. Arus laut bergerak dominan ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan berkisar 0,68–1,24 knot. Adapun tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,1–0,5 meter, sehingga kondisi perairan secara umum masih tergolong rendah dan relatif aman bagi aktivitas pelayaran lokal maupun nelayan tradisional.

Meski gelombang laut relatif rendah, kombinasi pasang maksimum pada siang hingga sore hari dan kelembapan udara tinggi tetap berpotensi meningkatkan genangan rob di sejumlah kawasan pesisir rendah di Semarang dan sekitarnya. Masyarakat pesisir, pengguna jasa pelabuhan, serta nelayan diimbau terus memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut laut terbaru dari BMKG untuk mendukung keselamatan aktivitas di wilayah perairan.

Sumber:

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

BACA JUGA :

BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 25 Agustus 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 24,2°C, kelembapan 85%, dan angin timur 4 km/jam. Kondisi berpotensi berubah menjadi berawan pada sore hingga awal malam.
25 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Waspada Karhutla
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 24 Agustus 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Hasil observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu 24,4°C, kelembapan 88%, dan angin tenggara 5 km/jam. Kondisi kemarau juga meningkatkan kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
24 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Waspadai Kebakaran Lahan
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Observasi pukul 05.00 WIB mencatat Semarang berawan dengan suhu 26,2°C, kelembapan 77% dan angin timur 12 km/jam. Hujan ringan lokal berpotensi terjadi di wilayah pegunungan dan sekitarnya.
22 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Berpotensi Hujan Lokal
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 21 Agustus 2026, didominasi cerah hingga berawan. Hasil observasi di Semarang pukul 05.20 WIB mencatat suhu 26,1°C dan kelembapan 76%, dengan angin tenggara 12 km/jam. Hujan ringan lokal berpotensi terjadi di Pegunungan Tengah dan sekitarnya.
21 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah, Jateng Berawan dan Berpotensi Hujan Lokal

TERKINI

Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia dari Jawa Tengah mencatat transaksi Rp2,94 miliar dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC Jakarta, 20–23 Agustus. Capaian tersebut meningkat Rp1,93 miliar dibandingkan 2025, didorong perluasan produk terkurasi serta peluang kerja sama bisnis dengan pasar domestik dan mancanegara.
UMKM Jawa Tengah Mencatatkan Peningkatan Omzet Dalam KKI 2026
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia dari Jawa Tengah mencatat transaksi Rp2,94 miliar dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC Jakarta, 20–23 Agustus. Capaian tersebut meningkat Rp1,93 miliar...
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat...
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 25 Agustus 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 24,2°C, kelembapan 85%, dan angin timur 4 km/jam. Kondisi berpotensi berubah menjadi berawan pada sore hingga awal malam.
25 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Waspada Karhutla
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 25 Agustus 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang...
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis...
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya...
Muat Lebih

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan