URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Suasana haru dan antusias mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah SD negeri di Kabupaten Semarang, Senin (13/7/2026). Puluhan orang tua mengantar anak-anak mereka yang baru memasuki jenjang sekolah dasar, termasuk di SD Negeri Gedanganak 03 Ungaran. Banyak siswa masih mengenakan seragam TK dan terlihat canggung hingga enggan berpisah dari orang tua. Kehadiran orang tua diharapkan membantu anak beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru pada hari pertama sekolah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD

Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD

Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Suasana penuh antusias mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah dasar negeri di Kabupaten Semarang, Senin (13/7/2026). Sejak pagi, puluhan orang tua tampak mengantarkan putra-putri mereka yang untuk pertama kalinya memasuki bangku sekolah dasar.

Pemandangan tersebut terlihat di SD Negeri Gedanganak 03 Ungaran. Sejak pukul 06.00 WIB, halaman sekolah sudah dipadati orang tua dan siswa baru yang datang lebih awal untuk mengikuti kegiatan MPLS.

Menariknya, sebagian besar siswa baru masih mengenakan seragam taman kanak-kanak (TK). Dengan seragam khas berwarna cerah, para siswa tampak berjalan bergandengan tangan dengan orang tua mereka saat memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Sejumlah siswa terlihat masih malu dan canggung. Bahkan, beberapa di antaranya belum mau berpisah dari orang tua dan masih terlihat memeluk sang ibu maupun menggenggam erat tangan ayah mereka. Tidak sedikit orang tua yang memilih menunggu di sekitar sekolah untuk memastikan anak-anak mereka merasa nyaman pada hari pertama masuk sekolah.

Momen hari pertama sekolah tersebut juga menjadi pengalaman emosional bagi para orang tua. Sebagian tampak mengabadikan momen menggunakan telepon genggam, berfoto bersama di depan ruang kelas, hingga memberikan pesan dan semangat kepada anak-anak mereka sebelum mengikuti kegiatan MPLS.

Salah seorang orang tua siswa, Warini, mengaku sengaja datang lebih pagi untuk memastikan anaknya dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan tidak merasa takut saat menjalani hari pertama masuk sekolah dasar.

“Saya sengaja datang lebih pagi supaya anak tidak terburu-buru dan bisa lebih tenang saat masuk sekolah. Ini juga pertama kalinya anak masuk SD, jadi saya ingin mendampingi agar dia tidak takut dan bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan serta teman-teman barunya,” ujarnya.

Kehadiran dan dukungan orang tua pada hari pertama sekolah diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak, sehingga proses adaptasi di lingkungan baru dapat berjalan dengan baik. Bagi para siswa, hari pertama sekolah menjadi langkah awal memasuki dunia pendidikan yang baru. Sementara bagi para orang tua, momen tersebut menjadi kenangan tersendiri saat mengantarkan anak mereka memulai perjalanan pendidikan di bangku sekolah dasar. (ben)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menjadi tuan rumah International Academic Workshop “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” bersama dua profesor dari Belgia. Kegiatan yang bekerja sama dengan LP2M UIN Salatiga tersebut melibatkan murid dari sejumlah sekolah untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis STEM.
Perluas Pengalaman Belajar Siswa, SMA Sainstek Salatiga Hadirkan Profesor dari Belgia

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara