URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebakaran melanda pabrik pengolahan kayu triplek di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (2/8/2026) dini hari. Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang mengerahkan 10 unit armada untuk memadamkan api yang diduga berasal dari area pengolahan oli. Sekitar 80 persen bangunan pabrik terbakar, tidak ada korban jiwa, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah

Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah

Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah

featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Kebakaran hebat melanda pabrik pengolahan kayu triplek di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/8/2026) dini hari. Kobaran api yang muncul saat sebagian warga masih terlelap dengan cepat membesar hingga menghanguskan sebagian besar bangunan pabrik.

Material kayu, triplek, serta berbagai bahan pendukung produksi yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke hampir seluruh area pabrik. Rekaman video warga yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membumbung tinggi disertai kepulan asap tebal.

Dugaan sementara, api berasal dari area pengolahan oli yang digunakan sebagai bahan pemanas dalam proses produksi triplek. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang menerima laporan sekitar pukul 00.30 WIB. Melihat besarnya kobaran api dan luas area yang terbakar, seluruh armada pemadam kebakaran Kabupaten Semarang langsung dikerahkan ke lokasi.

“Info awal masuk sekitar setengah satu dini hari. Karena melihat kondisi kebakaran cukup luas, seluruh armada yang ada kami turunkan,” ujar petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Slamet Widodo, Minggu.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Enam unit berasal dari Kabupaten Semarang, sedangkan masing-masing dua unit merupakan bantuan dari Kota Salatiga dan Kabupaten Boyolali.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga menerapkan strategi penyekatan agar api tidak merembet ke bagian lain pabrik maupun bangunan di sekitarnya.

“Tantangannya karena material yang terbakar mudah menyala dan luas area yang terbakar cukup besar. Strategi awal kami melakukan penyekatan agar api tidak merembet, kemudian masuk dari luar untuk memadamkan bagian dalam,” jelas Slamet.

Luas kompleks pabrik yang diperkirakan mencapai sekitar 100 meter x 100 meter membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu lebih dari delapan jam hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Kurang lebih 80 persen bangunan pabrik terbakar,” kata Slamet.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, api menghanguskan sebagian besar bangunan pabrik, peralatan produksi, bahan baku, hingga stok triplek yang siap dipasarkan.

Akibat kebakaran itu, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sementara itu, Polres Semarang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

BACA JUGA :

Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara