[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput

Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput

Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput

Petugas melakukan pengecekan di lokasi hotspot yang sempat terdeteksi satelit NASA di kawasan lahan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Jumat (31/7/2026). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Laporan kemunculan titik panas (hotspot) di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, langsung ditindaklanjuti jajaran Polres Semarang. Hasil pengecekan di lapangan memastikan tidak terjadi kebakaran hutan maupun lahan seperti yang dikhawatirkan.

Informasi awal terdapat hotspot yang terpantau melalui aplikasi SIPONGI berdasarkan pemantauan satelit NASA-MODIS. Verifikasi lapangan dilakukan oleh personel Satreskrim di kawasan Watu Gajah untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya kebakaran hutan maupun lahan. Titik panas yang terekam sistem ternyata berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan milik warga yang sedang dipersiapkan untuk musim tanam berikutnya.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan, saat tim tiba di lokasi, api telah padam sepenuhnya sehingga tidak ditemukan lagi titik api maupun potensi kebakaran yang dapat merambat ke kawasan sekitar.

“Kami melakukan pengecekan langsung terhadap setiap informasi hotspot yang muncul pada sistem. Dari hasil verifikasi di lapangan, sumber titik panas berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga. Saat petugas datang, kondisi sudah aman dan tidak ada lagi api yang berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya dalam keterangan tertulis (1/8/2026).

Bodia menegaskan, verifikasi lapangan merupakan prosedur yang terus dilakukan Polres Semarang sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Respons cepat terhadap setiap laporan titik panas dinilai penting agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.

“Kami juga memastikan informasi yang diterima melalui sistem pemantauan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa situasi tetap aman dan terkendali,” sambungnya.

Polres Semarang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat cuaca kering.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Jika mengetahui adanya titik api atau dugaan kebakaran, segera laporkan kepada kepolisian maupun instansi terkait agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani