URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Prof. Tjokorda Oka Sukowati (Ketua PHRI Bali) bersama Bank Indonesia Perwakilan Jateng dan Dinas Pariwisata Jateng
Prof. Tjokorda Oka Sukowati (Ketua PHRI Bali) bersama Bank Indonesia Perwakilan Jateng dan Dinas Pariwisata Jateng
featured-img

RASIKAFM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah mulai mematangkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027. Persiapan tersebut dilakukan sejak 2026 melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur pendukung, hingga penciptaan iklim investasi yang ramah bagi pelaku usaha.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa, mengatakan tahun 2026 menjadi fase penting dalam menyiapkan fondasi pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Tahun 2026 menjadi pondasi penting dalam menyiapkan target pembangunan 2027. Kami berfokus pada capacity building SDM pariwisata serta optimalisasi destinasi utama seperti kawasan Borobudur, Dieng hingga koridor utara atau POKOP. Targetnya, kontribusi sektor ini terhadap PDRB Jawa Tengah dapat meningkat hingga 3,85 persen,” ujar Endro, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, akademisi, media massa, hingga masyarakat sebagai pemilik langsung destinasi wisata.

Selain meningkatkan kualitas SDM, pemerintah juga menaruh perhatian pada pengembangan infrastruktur penunjang, mulai dari akses jalan, transportasi, fasilitas umum, hingga peningkatan kualitas pelayanan di destinasi wisata.

Sementara itu, Deputi Kepala KPw BI Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menegaskan Bank Indonesia mendukung pengembangan sektor pariwisata karena memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, sektor pariwisata mampu menarik investasi baru di luar sektor industri pengolahan sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Pengembangan pariwisata merupakan sarana efektif untuk menarik aliran investasi baru di luar sektor industri pengolahan. Kami mendukung upaya pemerintah dalam mempermudah akses dan izin usaha dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” kata Andi.

Ia menambahkan, investasi yang masuk nantinya tidak hanya berupa pembangunan hotel atau penginapan, tetapi juga fasilitas transportasi, pusat ekonomi kreatif, hingga pengembangan UMKM yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata.

Dalam rangka memperkuat strategi tersebut, Jawa Tengah juga belajar dari keberhasilan Bali yang selama puluhan tahun berhasil membangun industri pariwisata berbasis budaya.

Ketua PHRI Bali, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace, menjelaskan keberhasilan Bali bukanlah hasil yang diperoleh dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses panjang, konsistensi, serta dukungan penuh masyarakat.

Ia mencontohkan keberhasilan Desa Penglipuran yang kini dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.

Menurut Cok Ace, Desa Penglipuran mulai dikembangkan sebagai desa wisata sejak tahun 1993. Namun perkembangan yang benar-benar signifikan baru dirasakan setelah pandemi COVID-19, terutama mulai tahun 2023.

Artinya, perjalanan menuju desa wisata yang sukses membutuhkan waktu hampir tiga dekade.

“Bali bisa seperti sekarang karena kekuatan budayanya. Pariwisata yang berkembang saat ini merupakan hasil proses yang sangat panjang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada tahap awal masyarakat Penglipuran sempat menolak rencana pengembangan desa wisata karena khawatir kampung mereka hanya menjadi tontonan wisatawan tanpa memberikan manfaat nyata bagi warga.

Karena itu, pemerintah desa bersama berbagai pihak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun pemahaman bahwa pelestarian budaya dan lingkungan justru menjadi modal utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kini kondisi tersebut berubah. Warga semakin sadar menjaga kebersihan desa, melestarikan budaya, serta mengembangkan berbagai usaha yang mendukung sektor pariwisata.

Cok Ace menilai banyak daerah terlalu terburu-buru mengejar status sebagai desa wisata. Padahal yang lebih penting adalah membangun kualitas desa terlebih dahulu.

Menurutnya, istilah “desa wisata” sering kali menimbulkan ekspektasi yang keliru. Masyarakat mengira setelah mendapatkan status tersebut, wisatawan akan langsung berdatangan sehingga berbagai usaha seperti restoran maupun penginapan segera memperoleh keuntungan.

“Yang paling penting adalah membangun desa terlebih dahulu agar bersih, tertata, jalannya baik, dan lingkungannya nyaman. Semua itu pertama-tama untuk kepentingan masyarakat desa sendiri. Jika suatu saat wisatawan datang, itu merupakan dampak lanjutan dari desa yang sudah berkembang dengan baik,” jelasnya.

Selain pembangunan desa, Cok Ace juga mengingatkan pentingnya penerapan konsep 3A, yaitu Attraction, Accessibility, dan Amenity.

Atraksi yang unik harus didukung akses yang mudah serta fasilitas yang memadai. Ketiga unsur tersebut harus dibangun secara seimbang agar destinasi memiliki daya saing tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keaslian budaya dan kelestarian lingkungan sebagai pembeda utama setiap destinasi wisata.

“Kunci utama pengembangan destinasi terletak pada diferensiasi atraksi. Pengelola wisata harus mampu menjaga keaslian budaya serta nilai konservasi alam agar memiliki daya tarik yang kuat, terutama bagi wisatawan mancanegara,” katanya.

Pelajaran dari Bali tersebut menjadi referensi penting bagi Jawa Tengah dalam mengembangkan destinasi unggulan seperti Borobudur, Dieng, Karimunjawa, kawasan POKOP, hingga berbagai desa wisata di Kabupaten Semarang, Salatiga, dan daerah lainnya.

Melalui sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku industri pariwisata, akademisi, media, dan masyarakat, Jawa Tengah optimistis mampu membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, ramah investasi, tetap menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

BACA JUGA :

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang...
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Pemerintah Kabupaten Semarang menyusun Peraturan Daerah tentang Permukiman guna mengarahkan perkembangan kawasan hunian yang tumbuh seiring pesatnya kawasan industri. Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha...
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Seorang pejalan kaki tewas setelah tertabrak sepeda motor di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, dekat Indomaret Blotongan, Kamis malam (30/7/2026). Kasat Lantas Polres Salatiga Henry Sulistyanta mengatakan...
31 Juli 2026 Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
31 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 31 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB...
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Program TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 terus mempercepat rehabilitasi 13 rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Pengerjaan yang melibatkan Satgas...

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga