KABAR RASIKA

Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Prof. Tjokorda Oka Sukowati (Ketua PHRI Bali) bersama Bank Indonesia Perwakilan Jateng dan Dinas Pariwisata Jateng

RASIKAFM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah mulai mematangkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027. Persiapan tersebut dilakukan sejak 2026 melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur pendukung, hingga penciptaan iklim investasi yang ramah bagi pelaku usaha.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa, mengatakan tahun 2026 menjadi fase penting dalam menyiapkan fondasi pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Tahun 2026 menjadi pondasi penting dalam menyiapkan target pembangunan 2027. Kami berfokus pada capacity building SDM pariwisata serta optimalisasi destinasi utama seperti kawasan Borobudur, Dieng hingga koridor utara atau POKOP. Targetnya, kontribusi sektor ini terhadap PDRB Jawa Tengah dapat meningkat hingga 3,85 persen,” ujar Endro, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, akademisi, media massa, hingga masyarakat sebagai pemilik langsung destinasi wisata.

Selain meningkatkan kualitas SDM, pemerintah juga menaruh perhatian pada pengembangan infrastruktur penunjang, mulai dari akses jalan, transportasi, fasilitas umum, hingga peningkatan kualitas pelayanan di destinasi wisata.

Sementara itu, Deputi Kepala KPw BI Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menegaskan Bank Indonesia mendukung pengembangan sektor pariwisata karena memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, sektor pariwisata mampu menarik investasi baru di luar sektor industri pengolahan sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Pengembangan pariwisata merupakan sarana efektif untuk menarik aliran investasi baru di luar sektor industri pengolahan. Kami mendukung upaya pemerintah dalam mempermudah akses dan izin usaha dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” kata Andi.

Ia menambahkan, investasi yang masuk nantinya tidak hanya berupa pembangunan hotel atau penginapan, tetapi juga fasilitas transportasi, pusat ekonomi kreatif, hingga pengembangan UMKM yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata.

Dalam rangka memperkuat strategi tersebut, Jawa Tengah juga belajar dari keberhasilan Bali yang selama puluhan tahun berhasil membangun industri pariwisata berbasis budaya.

Ketua PHRI Bali, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace, menjelaskan keberhasilan Bali bukanlah hasil yang diperoleh dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses panjang, konsistensi, serta dukungan penuh masyarakat.

Ia mencontohkan keberhasilan Desa Penglipuran yang kini dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.

Menurut Cok Ace, Desa Penglipuran mulai dikembangkan sebagai desa wisata sejak tahun 1993. Namun perkembangan yang benar-benar signifikan baru dirasakan setelah pandemi COVID-19, terutama mulai tahun 2023.

Artinya, perjalanan menuju desa wisata yang sukses membutuhkan waktu hampir tiga dekade.

“Bali bisa seperti sekarang karena kekuatan budayanya. Pariwisata yang berkembang saat ini merupakan hasil proses yang sangat panjang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada tahap awal masyarakat Penglipuran sempat menolak rencana pengembangan desa wisata karena khawatir kampung mereka hanya menjadi tontonan wisatawan tanpa memberikan manfaat nyata bagi warga.

Karena itu, pemerintah desa bersama berbagai pihak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun pemahaman bahwa pelestarian budaya dan lingkungan justru menjadi modal utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kini kondisi tersebut berubah. Warga semakin sadar menjaga kebersihan desa, melestarikan budaya, serta mengembangkan berbagai usaha yang mendukung sektor pariwisata.

Cok Ace menilai banyak daerah terlalu terburu-buru mengejar status sebagai desa wisata. Padahal yang lebih penting adalah membangun kualitas desa terlebih dahulu.

Menurutnya, istilah “desa wisata” sering kali menimbulkan ekspektasi yang keliru. Masyarakat mengira setelah mendapatkan status tersebut, wisatawan akan langsung berdatangan sehingga berbagai usaha seperti restoran maupun penginapan segera memperoleh keuntungan.

“Yang paling penting adalah membangun desa terlebih dahulu agar bersih, tertata, jalannya baik, dan lingkungannya nyaman. Semua itu pertama-tama untuk kepentingan masyarakat desa sendiri. Jika suatu saat wisatawan datang, itu merupakan dampak lanjutan dari desa yang sudah berkembang dengan baik,” jelasnya.

Selain pembangunan desa, Cok Ace juga mengingatkan pentingnya penerapan konsep 3A, yaitu Attraction, Accessibility, dan Amenity.

Atraksi yang unik harus didukung akses yang mudah serta fasilitas yang memadai. Ketiga unsur tersebut harus dibangun secara seimbang agar destinasi memiliki daya saing tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keaslian budaya dan kelestarian lingkungan sebagai pembeda utama setiap destinasi wisata.

“Kunci utama pengembangan destinasi terletak pada diferensiasi atraksi. Pengelola wisata harus mampu menjaga keaslian budaya serta nilai konservasi alam agar memiliki daya tarik yang kuat, terutama bagi wisatawan mancanegara,” katanya.

Pelajaran dari Bali tersebut menjadi referensi penting bagi Jawa Tengah dalam mengembangkan destinasi unggulan seperti Borobudur, Dieng, Karimunjawa, kawasan POKOP, hingga berbagai desa wisata di Kabupaten Semarang, Salatiga, dan daerah lainnya.

Melalui sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku industri pariwisata, akademisi, media, dan masyarakat, Jawa Tengah optimistis mampu membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, ramah investasi, tetap menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

BACA JUGA :

BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
Bank Indonesia Jawa Tengah mendorong transformasi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui Forum PUSAKA JATENG 2026, Jumat (11/9/2026). Forum di Semarang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha dan akademisi untuk memperkuat ekosistem pariwisata agar meningkatkan belanja wisatawan, memperpanjang lama tinggal, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?
Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang Agustus 2026, program ini menjangkau 729 RW di 16 kecamatan dengan penyaluran 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng.
Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung
Pekan QRIS Nasional Jateng 2026 Disambut Antusias, Transaksi Digital Makin Diminati
Pekan QRIS Nasional Jateng 2026 Disambut Antusias, Transaksi Digital Makin Diminati
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 25,6 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi, sementara potensi kebakaran hutan dan lahan perlu diwaspadai.
02 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun di Pegunungan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 2 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat...
Jenazah Danang Heriyanto, korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, tiba di rumah duka Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, Kamis (1/10/2026), setelah ditemukan dan diidentifikasi melalui ciri fisik, tato, pakaian, serta data ante mortem keluarga. Danang ditemukan di dalam kapal pada 27 September setelah pencarian hampir dua pekan.
Setelah 14 Hari Pencarian, Jenazah Danang Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan ke Boyolali
Jenazah Danang Heriyanto, korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, tiba di rumah duka Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, Kamis (1/10/2026), setelah ditemukan dan diidentifikasi melalui ciri fisik,...
Persoalan status tanah yang ditempati warga Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, sejak 1983 belum tuntas. DPRD mendorong pemerintah daerah segera memberi kepastian, sementara Pemkab Semarang memfasilitasi opsi tukar guling. Polemik bermula dari pemindahan warga setelah banjir 1983 ke tanah bengkok kepala desa.
Aset Tanah Pojoksari 43 Tahun Tak Kunjung Jelas, DPRD Dorong Pemkab Semarang Segera Beri Kepastian
Persoalan status tanah yang ditempati warga Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, sejak 1983 belum tuntas. DPRD mendorong pemerintah daerah segera memberi kepastian, sementara Pemkab Semarang...
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 akan digelar 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, dengan 1.533 pelaku usaha Indonesia sebagai ekshibitor. Hingga kini, buyer dari 113 negara telah mendaftar untuk mencari peluang bisnis dan produk Indonesia. Kemendag menargetkan 30.000 pengunjung dan potensi transaksi mencapai USD 17,5 miliar.
TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Ekshibitor Siap Buka Pasar Global
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 akan digelar 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, dengan 1.533 pelaku usaha Indonesia sebagai ekshibitor. Hingga kini, buyer dari 113 negara telah mendaftar untuk...
Sebanyak 11 dari 13 pendaftar calon Pimpinan Baznas Kota Salatiga periode 2027–2032 dinyatakan lolos seleksi administrasi pada Kamis (24/9/2026). Mereka selanjutnya mengikuti tes pengetahuan dasar berbasis CAT dan penulisan makalah pada 6 Oktober 2026, sebelum menjalani wawancara dan pemeringkatan untuk menentukan 10 peserta yang akan diajukan kepada Baznas RI.
VinFast Tak Sekadar Jual Mobil Listrik, Tapi Tawarkan Ekosistem di GIIAS Semarang
VinFast menghadirkan VF 3, VF 6, dan VF MPV 7 di GIIAS Semarang 2026, Muladi Dome UNDIP, 30 September–4 Oktober. Selain kendaraan, VinFast menawarkan konsep Drive Worry Free yang mencakup jaminan nilai...
Muat Lebih

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]