KABAR RASIKA

Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung

Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung

Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung

Gerakan Pangan Murah

SEMARANG — Harga pangan jangan sampai bikin warga “menjerit”. Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID memilih turun langsung ke lingkungan warga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar.

Bukan sekadar pasar murah biasa. Program ini menyasar langsung permukiman warga dan sepanjang Agustus 2026 sudah menjangkau 729 RW di 16 kecamatan Kota Semarang.

Hasilnya? 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng berhasil disalurkan. Berbagai kebutuhan lain seperti gula, telur, cabai, bawang merah, bawang putih hingga sayuran segar juga ikut digelontorkan.

Langkah ini menjadi salah satu cara pemerintah menjaga agar harga pangan tetap terjangkau sekaligus mencegah gejolak harga sampai ke meja makan masyarakat.

Puncak GPM Serentak Kempling Semar digelar di halaman Kantor Kecamatan Banyumanik, Senin, 31 Agustus 2026.

Wali Kota Semarang menegaskan, pendekatan langsung ke permukiman warga terbukti membantu mendekatkan pasokan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Program ini menggandeng 14 mitra penyedia pangan strategis, mulai dari Bulog, BUMD, distributor hingga pelaku usaha pangan lokal.
Dan skalanya tidak kecil.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, GPM di Kota Semarang melalui program Pak Rahman dan Kempling Semar telah digelar di 1.085 titik, dengan total transaksi mencapai sekitar 5 miliar rupiah.

Bank Indonesia Jawa Tengah juga mendorong agar gerakan pengendalian inflasi tidak hanya soal menyediakan barang murah.

Transaksi masyarakat juga didorong semakin praktis melalui QRIS, sehingga pengendalian inflasi berjalan beriringan dengan digitalisasi pembayaran.

Selain pangan murah, kegiatan Kempling Semar juga dibarengi penyerahan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, program budidaya pekarangan keluarga “Bulir Padi”, sertifikasi Zona KHAS untuk kuliner halal, aman dan sehat, serta bazar produk UMKM.

Pesannya jelas: jangan tunggu harga pangan melonjak baru bergerak.

Pemerintah Kota Semarang dan Bank Indonesia memilih bergerak lebih awal—memperkuat pasokan, menjaga distribusi dan memastikan harga tetap terjangkau.

Target akhirnya sederhana: pangan tersedia, harga terkendali, daya beli warga tetap terjaga.

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Digitalisasi ekonomi dan keuangan di Jawa Tengah terus berkembang hingga Juli 2026, ditandai transaksi QRIS yang mencapai 870,01 juta senilai Rp73,45 triliun. Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat penggunaan pembayaran digital juga merambah UMKM, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, transaksi pemerintah daerah, hingga pembayaran lintas negara.
Ekonomi Digital Jawa Tengah Makin Terhubung, QRIS Tembus Rp73 Triliun
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
Bank Indonesia Jawa Tengah mendorong transformasi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui Forum PUSAKA JATENG 2026, Jumat (11/9/2026). Forum di Semarang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha dan akademisi untuk memperkuat ekosistem pariwisata agar meningkatkan belanja wisatawan, memperpanjang lama tinggal, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Begini Respon Gubernur Jawa Tengah, Tanggapi OTT di Klaten
Begini Respon Gubernur Jawa Tengah, Tanggapi OTT di Klaten
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan keprihatinan atas operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten pada Kamis (15/10/2026). Ia meminta masyarakat menunggu...
Kepala Desa Tuntang, H. Muhamad Nadhirin, memutuskan tidak mendaftar kembali sebagai bakal calon kepala desa untuk periode 2027–2035 setelah dua periode menjabat. Keputusan tersebut diambil meski mendapat dorongan dari warga. Selama kepemimpinannya, Desa Tuntang meraih berbagai penghargaan dan mengembangkan BUMDesa yang menghasilkan Pendapatan Asli Desa hingga Rp160 juta.
Alasan tidak Mendapat Restu Istri, Kades Petahana Tuntang Enggan Maju dalam Pilkades 2026
Kepala Desa Tuntang, H. Muhamad Nadhirin, memutuskan tidak mendaftar kembali sebagai bakal calon kepala desa untuk periode 2027–2035 setelah dua periode menjabat. Keputusan tersebut diambil meski mendapat...
Kontingen Kabupaten Semarang menargetkan posisi tujuh besar pada Porprov Jawa Tengah XVII 2026 yang berlangsung 25–31 Oktober. KONI Kabupaten Semarang membidik 30 medali emas, 25 perak, dan 25 perunggu dengan mengandalkan sejumlah cabang olahraga potensial. Sebanyak 263 atlet dan 30 ofisial disiapkan untuk bertanding, sementara Kabupaten Semarang juga menjadi tuan rumah 10 cabang olahraga.
Porprov Jateng 2026, Kabupaten Semarang Bidik 7 Besar dengan Target 30 Emas
Kontingen Kabupaten Semarang menargetkan posisi tujuh besar pada Porprov Jawa Tengah XVII 2026 yang berlangsung 25–31 Oktober. KONI Kabupaten Semarang membidik 30 medali emas, 25 perak, dan 25 perunggu...
Kepala Desa petahana Klero, H. Winarno, A.Md., kembali mendaftarkan diri dalam Pilkades Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Kamis (15/10/2026). Setelah dua periode memimpin, Winarno berkomitmen melanjutkan pembangunan desa dengan fokus pada digitalisasi pelayanan, pemerataan infrastruktur, penguatan BUMDes, perlindungan sosial, serta pemberdayaan pemuda.
Kades Petahana Winarno, Daftarkan Diri di Hari Terakhir, Targetkan Klero lebih Maju, Kreatif dan Mandiri
Kepala Desa petahana Klero, H. Winarno, A.Md., kembali mendaftarkan diri dalam Pilkades Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Kamis (15/10/2026). Setelah dua periode memimpin, Winarno berkomitmen...
Dua pengusaha olahan singkong Salatiga, Tony Anindya dari Argotelo dan Hendardi dari singkong keju D-9, menerima penghargaan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Kampung Singkong Salatiga, Kamis (15/10/2026). Muhaimin mengapresiasi perkembangan produk lokal serta menyatakan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha dan industri kreatif di Salatiga.
Hadir di Kampung Telo, Muhaimin Iskandar Beri Penghargaan Pengusaha UMKM Salatiga Berbasis Singkong
Dua pengusaha olahan singkong Salatiga, Tony Anindya dari Argotelo dan Hendardi dari singkong keju D-9, menerima penghargaan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Kampung...
Muat Lebih

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]