SEMARANG – Gaya hidup nontunai atau cashless semakin diminati masyarakat Jawa Tengah. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) Jawa Tengah 2026 yang digelar pada 11 hingga 17 Agustus 2026.
Mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak” serta slogan “Ayo Nganggo QRIS”, kegiatan ini menghadirkan berbagai program edukasi dan promo transaksi digital.
Salah satu yang paling diminati adalah program “Ngebis Praktis Pakai QRIS” di layanan Trans Jateng dan Trans Semarang. Selama PQN, masyarakat mendapat diskon tarif hingga 81 persen untuk pembayaran menggunakan QRIS dan QRIS Tap. Program ini mencatat lebih dari 19 ribu transaksi.
PQN Jawa Tengah juga menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa. Melalui program QRIS Goes to Campus, edukasi pembayaran digital menjangkau lebih dari 12 ribu mahasiswa baru UNNES. Sementara program QRIS Goes to School menyasar sekitar 1.500 pelajar dan pengajar di Temanggung.
Puncak kegiatan digelar melalui QRIS Merdeka Fest 2026 di Aloon-Aloon Masjid Agung Kauman, Semarang, pada 14 hingga 16 Agustus. Lebih dari seribu pengunjung hadir menikmati bazaar UMKM, berbagai perlombaan, hiburan, edukasi digital, hingga promo transaksi menggunakan QRIS.
Sebanyak 42 UMKM lokal turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dalam sepekan pelaksanaan PQN Jawa Tengah 2026, tercatat 33.087 transaksi QRIS dengan nilai transaksi mencapai Rp149,78 juta.
Program ini juga mendukung pembayaran pajak daerah secara digital. Selama tiga hari pelaksanaan QRIS Merdeka Fest, pembayaran PBB-P2 melalui QRIS di Kota Semarang mencapai Rp57,1 juta dari 134 transaksi.
Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa transaksi digital semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain praktis dan cepat, penggunaan QRIS juga dinilai mampu membantu UMKM memperluas pasar serta mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif di Jawa Tengah.
QRISnya satu, manfaatnya banyak. Ayo, nganggo QRIS!



