URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang penyandang disabilitas asal Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sugeng, terus mengembangkan usaha kerajinan kuda lumping yang menjadi sumber penghidupan keluarganya. Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diserahkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (29/7/2026), untuk mendukung pembelian peralatan dan bahan baku agar produksi semakin meningkat serta mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP

Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP

Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP

Sugeng, perajin difabel kuda lumping asal Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa sumringah saat mendapatkan bantuan UEP dari Pemprov Jateng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (29/7/2026). Foto: win
Sugeng, perajin difabel kuda lumping asal Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa sumringah saat mendapatkan bantuan UEP dari Pemprov Jateng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (29/7/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sugeng, seorang difabel asal Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang tak pernah berhenti merangkai bilah-bilah bambu menjadi kuda lumping. Meski menyandang disabilitas, ia tetap tekun menekuni usaha kerajinan yang telah menjadi sumber penghidupan keluarganya selama bertahun-tahun.

Seluruh proses pembuatan dikerjakannya seorang diri. Mulai dari merangkai bambu, mengecat, hingga memasang batok kelapa sebagai pelengkap kerajinan khas kesenian jaran kepang tersebut.

“Dalam sehari paling bisa membuat dua sampai tiga kuda lumping,” ujar Sugeng ditemui usai penyaluran bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (29/7/2026).

Usaha yang kini menjadi tumpuan hidupnya itu berawal dari modal yang sangat terbatas. Ia mengaku memulai usaha dengan uang sekitar Rp300 ribu yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Dari modal tersebut, Sugeng mampu memproduksi sekitar 30 hingga 50 kuda lumping.

“Biasanya dipesan untuk pementasan dari kelompok kesenian jaran kepang hingga mainan anak-anak,” katanya.

Kini, harapan baru datang melalui bantuan UEP dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan itu akan digunakan Sugeng untuk membeli kompresor, cat, dan bambu agar proses produksi menjadi lebih baik.

“Bantuan ini untuk membeli kompresor, cat, dan bambu. Sangat membantu untuk usaha,” ungkapnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat usaha masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas yang telah memiliki usaha produktif.

“Di Kabupaten Semarang penerimanya ada yang bergerak di bidang perikanan, peternakan, warung, hingga kerajinan jaran kepang. Semuanya kreatif, terutama keluarga penyandang disabilitas. Semoga usaha mereka semakin berkembang,” harapnya.

Ia juga berpesan agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk usaha sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Jangan digunakan untuk keperluan konsumtif, nanti tidak ada hasilnya. Belanjakan untuk mendukung keberlangsungan usaha,” pesannya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah menjelaskan, bantuan UEP diberikan kepada 20 penerima perorangan dengan nilai masing-masing Rp2,5 juta. Sebagian besar penerima merupakan penyandang disabilitas yang telah memiliki usaha dan lolos proses verifikasi lapangan. Menurutnya, program tersebut bertujuan mendorong penyandang disabilitas menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi.

“Harapan kami, penyandang disabilitas benar-benar berdaya dan setara. Mereka memiliki usaha yang bisa menghidupi dirinya sendiri sehingga tidak bergantung kepada orang lain maupun pemerintah,” kata Istichomah.

Ia menyebutkan saat ini terdapat lebih dari 100 penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang yang menjalankan usaha mandiri. Namun, keterbatasan anggaran membuat bantuan belum dapat menjangkau seluruh pelaku usaha.

“Oleh karena itu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan menjadi pemantik agar semakin banyak penyandang disabilitas mampu mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026