RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil

Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil

Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil

Satgas TMMD bersama warga merehabilitasi rumah Amin Rahmanto, salah seorang warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terus menunjukkan progres positif. Salah satu sasaran fisik yang menjadi perhatian adalah rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), yang dikerjakan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD bersama warga.

Pengerjaan RTLH telah dimulai sejak masa pra-TMMD dengan melibatkan masyarakat di masing-masing dusun. Hingga saat ini, terdapat 13 unit rumah yang menjadi sasaran rehabilitasi. Rumah-rumah tersebut tersebar di Dusun Banjari, Cukil, Gombyong, Grisem, dan Rejosari.

Bagi Amin Rahmanto, salah satu penerima manfaat program RTLH, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya. Rumah yang sebelumnya belum selesai dibangun kini dapat diperbaiki sehingga lebih layak dan nyaman untuk ditempati.

“Terima kasih untuk program ini. Sangat bermanfaat buat kami. Rumah yang sebelumnya belum layak huni sekarang bisa diperbaiki dengan baik sehingga lebih nyaman untuk tempat tinggal kami,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Amin mengaku kondisi rumahnya sebelumnya masih jauh dari kata layak. Dinding belum diplester dan diaci, serta belum dicat. Hanya bagian atap yang telah terpasang.

“Yang mengerjakan ada warga, saudara, dan bapak-bapak TNI. Diperkirakan sekitar dua minggu pengerjaannya,” tambahnya.

Selain menyasar rumah warga, Satgas TMMD juga melakukan renovasi Mushola An’Nur di Dusun Cukil. Takmir mushola, Abdul Jumarno, mengatakan perbaikan meliputi pengecatan, pemasangan keramik, hingga perbaikan atap yang bocor sehingga tempat ibadah menjadi lebih nyaman digunakan.

“Alhamdulillah sudah nyaman dipakai buat ibadah,” katanya.

Sementara Babinsa Cukil Koramil Tengaran, Serka Kundori, menjelaskan beberapa rumah bahkan direnovasi secara menyeluruh karena kondisinya sudah tidak layak huni. Setiap unit RTLH mendapat dukungan anggaran sebesar Rp20 juta.

Menurutnya, selain rehabilitasi 13 RTLH, sasaran fisik TMMD juga meliputi pembangunan jalan rabat beton, pembangunan dua pos kamling, satu taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta renovasi satu mushola.

“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal dengan dukungan personel TNI dan partisipasi aktif masyarakat,” jelasnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran