KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid

ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid

ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid

ASUS ExpertBook PM5 G2 PM5406 resmi hadir di Indonesia

Jakarta – ASUS resmi menghadirkan ExpertBook PM5 G2 PM5406 di Indonesia, laptop bisnis terbaru yang dirancang untuk mendukung produktivitas profesional hybrid dan pelaku usaha kecil hingga menengah (SMB). Perangkat ini menggabungkan performa berbasis kecerdasan buatan (AI), desain ringan, keamanan kelas enterprise, serta ketahanan berstandar militer.

ASUS ExpertBook PM5 G2 tersedia dengan pilihan layar IPS maupun OLED berukuran 14 inci. Laptop ini ditenagai prosesor hingga AMD Ryzen AI 7 445 dengan kemampuan AI mencapai 50 NPU TOPS, serta mendukung fitur Copilot+ PC untuk mempercepat berbagai aktivitas, mulai dari penulisan dokumen, merangkum hasil rapat, hingga penerjemahan secara real time.

“Segmen bisnis di Indonesia semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat produktivitas. Melalui ASUS ExpertBook PM5 G2, kami menghadirkan solusi yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga dirancang dengan standar keamanan dan ketahanan kelas dunia,” ujar Eric Khoven, Commercial Director ASUS Indonesia.

Dari sisi performa, laptop ini dapat dikonfigurasi dengan RAM DDR5 hingga 64GB dan penyimpanan dual SSD hingga 3TB. Sistem pendingin ASUS ExpertCool juga diklaim mampu menjaga performa tetap optimal sekaligus meminimalkan kebisingan saat digunakan untuk beban kerja tinggi.

Tersedia dalam layar 14 inci IPS ataupun OLED, ASUS ExpertBook PM5 G2 PM5406 menghadirkan perpaduan performa AI yang lebih cepat

Untuk menunjang mobilitas, ExpertBook PM5 G2 memiliki bobot mulai 1,27 kilogram, baterai hingga 70Wh, serta mendukung konektivitas Wi-Fi 7. Berbagai port seperti USB4 Type-C, HDMI 2.1, dan RJ45 LAN turut disematkan untuk memenuhi kebutuhan kerja profesional.

ASUS juga membekali perangkat ini dengan fitur keamanan ExpertGuardian, termasuk Windows 11 Secured-core PC, BIOS sesuai standar NIST SP 800-155, serta pelindung privasi webcam fisik. Dengan kombinasi performa AI, fitur kolaborasi cerdas, dan sistem keamanan berlapis, ASUS ExpertBook PM5 G2 ditujukan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja modern yang semakin fleksibel dan berbasis AI.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
[pekok2]