SEMARANG — ASUS Indonesia terus memperkuat posisinya di pasar perangkat bisnis melalui lini ExpertBook. Tak hanya menawarkan performa tinggi, ASUS kini mengedepankan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang dapat berjalan secara offline, sistem keamanan berlapis hingga tingkat perangkat keras, serta ketahanan fisik yang dirancang untuk mendukung mobilitas tinggi para profesional.
Head of Corporate Communication ASUS Indonesia, Muhammad Firman, mengatakan kebutuhan dunia bisnis saat ini tidak hanya soal kecepatan kerja, tetapi juga keamanan data dan keandalan perangkat dalam berbagai kondisi penggunaan.
Menurutnya, ASUS telah membekali laptop bisnis terbaru dengan AI Business Tools yang memungkinkan berbagai pekerjaan dilakukan tanpa harus terhubung ke internet.
“Misalnya untuk membuat transkrip video konferensi, merangkum dokumen PDF atau Word yang jumlahnya ratusan halaman, hingga menerjemahkan dokumen dan video. Semua itu bisa dilakukan secara offline karena perangkat sudah didukung NPU atau Neural Processing Unit,” kata Firman.
Kemampuan tersebut dinilai sangat membantu kalangan profesional seperti pengacara, dosen, maupun eksekutif perusahaan yang kerap berhadapan dengan dokumen dalam jumlah besar dan membutuhkan analisis cepat tanpa mengorbankan keamanan data.
Selain AI, ASUS juga mengedepankan aspek keamanan. Firman menjelaskan, ancaman siber saat ini tidak hanya menyasar sistem operasi, tetapi juga firmware dan BIOS perangkat. Karena itu, ASUS menyematkan teknologi dual BIOS yang mampu mendeteksi perubahan konfigurasi mencurigakan sebelum sistem operasi dijalankan.
“Kalau ada malware yang mencoba mengubah pengaturan BIOS, sistem akan langsung mengembalikan pengaturan ke kondisi semula sebelum masuk ke Windows,” ujarnya.
Keamanan tersebut diperkuat dengan sistem enkripsi penyimpanan data. Bahkan ketika SSD dilepas dan dipasang ke perangkat lain, data tetap tidak dapat diakses karena terikat dengan sistem keamanan perangkat.
Tahan Beban 100 Kilogram
Firman menambahkan, laptop bisnis ASUS tidak hanya dirancang aman dari ancaman digital, tetapi juga tangguh secara fisik. Berbagai pengujian ketahanan dilakukan untuk memastikan perangkat tetap andal digunakan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Menurutnya, salah satu pengujian yang dilakukan adalah uji beban hingga 100 kilogram pada bagian tertentu perangkat. Selain itu, keyboard yang digunakan juga memiliki fitur tahan tumpahan air untuk mengantisipasi insiden yang sering terjadi saat bekerja.
“Laptop ini juga telah melewati berbagai pengujian ketahanan, mulai dari uji jatuh, tekanan, getaran, hingga penggunaan ekstrem untuk memastikan perangkat tetap berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Tak hanya itu, desain bodi laptop juga dibuat lebih kokoh dengan material berbasis paduan logam premium atau magnesium-lithium alloy, material ringan yang banyak digunakan dalam industri dirgantara karena memiliki rasio kekuatan dan bobot yang sangat baik.
Material tersebut membuat laptop tetap ringan untuk dibawa bepergian, namun cukup kuat menahan tekanan. Bahkan perangkat tetap aman ketika diangkat hanya dari salah satu sisi layar, kondisi yang sering terjadi saat pengguna berpindah tempat kerja.
“Karena menggunakan material khusus yang juga digunakan pada industri penerbangan, perangkat tetap ringan tetapi sangat kuat untuk penggunaan jangka panjang,” kata Firman.

Dukung TKDN dan Produksi di Batam
Di sisi lain, Firman menilai kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) memberikan dampak positif bagi industri teknologi, khususnya dalam menjaga stabilitas rantai pasok.
ASUS sendiri telah melakukan proses perakitan perangkat di Batam untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, termasuk proyek pengadaan pemerintah dan korporasi.
“Kalau kebutuhan sudah jelas dan volumenya besar, pengadaan komponen menjadi lebih mudah dipastikan. Dari sisi supply chain justru lebih aman,” ujarnya.
Untuk segmen pasar, ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai laptop premium yang menyasar kalangan eksekutif dan pengambil keputusan di perusahaan.
“Target utamanya memang C-Level seperti direktur, CEO, atau CTO yang membutuhkan perangkat ringan, portabel, tetapi memiliki keamanan dan durabilitas maksimal,” kata Firman.
ASUS ExpertBook Ultra dipasarkan dengan harga mulai Rp38 juta untuk varian Intel Core Ultra 5 dengan RAM 16 GB dan SSD 512 GB. Sementara varian tertinggi yang menggunakan Intel Core Ultra 9, RAM 64 GB, SSD 2 TB, dan Windows 11 Pro dibanderol hingga Rp87 juta.
Firman menambahkan, ASUS juga menjamin dukungan teknologi, khususnya pembaruan BIOS dan sistem keamanan perangkat, hingga lima tahun ke depan.
Dengan kombinasi AI offline, perlindungan data tingkat tinggi, serta konstruksi tangguh berstandar bisnis dan militer, ASUS optimistis lini ExpertBook mampu memenuhi kebutuhan kalangan profesional yang mengutamakan produktivitas, keamanan, dan keandalan perangkat kerja.(hrs)









