RASIKAFM.COM | SALATIGA – Upaya pengentasan pengangguran di Kota Salatiga kini dimulai oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo dan Pemkot Salatiga. Kedua belah pihak bersilaturahmi, sambil membawa misi besar membangun kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kota Salatiga untuk membuka akses kerja ke negeri sakura, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus mengangkat daya saing masyarakat hingga level internasional.
Dipimpin langsung oleh Iman Abdul Rahman, yang lebih akrab dipanggil Papi Iman, audiensi LPK Serbaindo mendapat perhatian serius dari Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. Pertemuan itu juga dihadiri jajaran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kota Salatiga, Presiden Direktur Exceed Cooperative Japan Watanabe Daisuke, serta Harada yang turut memaparkan besarnya peluang kerja sama Indonesia–Jepang.
Dalam pemaparannya, Iman menjelaskan bahwa LPK Serbaindo kini telah resmi mengantongi izin dari Kementerian Ketenagakerjaan sebagai Sending Organization (SO). Legalitas tersebut menjadi bukti bahwa LPK Serbaindo memiliki kewenangan menyiapkan hingga memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke Jepang melalui jalur resmi dan profesional.
Selama ini, LPK Serbaindo telah membina ratusan peserta didik, terutama di bidang caregiver, profesi yang tengah mengalami lonjakan kebutuhan di Jepang seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Di hadapan Wali Kota, Iman menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah merupakan kunci keberhasilan program. Karena itu, LPK Serbaindo mengusulkan penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi secara masif ke sekolah-sekolah, hingga pelibatan RT, RW, kelurahan, dan kecamatan agar informasi mengenai peluang kerja ke Jepang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Apabila kolaborasi ini berjalan optimal, kapasitas program berpotensi berkembang hingga sekitar 45 ribu peserta sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat,” ungkap Iman.
Tak berhenti pada penempatan tenaga kerja, LPK Serbaindo juga menawarkan konsep kerja sama yang lebih luas. Mulai dari pengembangan sektor kesehatan melalui program senior living, peluang menghadirkan lansia asal Jepang untuk mendapatkan layanan perawatan di Indonesia, hingga gagasan membangun hubungan sister city antara Salatiga dengan sejumlah kota di Jepang.
Tak kalah menarik, audiensi juga membahas peluang transfer teknologi dan kerja sama pengelolaan sampah bersama Kota Kitakyushu dan Fukuoka, Jepang. Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya kolaborasi internasional yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Iman juga memaparkan bahwa calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Jepang harus berusia 18–25 tahun, lulusan minimal SMA/SMK atau Paket C, baik laki-laki maupun perempuan. Sebelum berangkat, peserta wajib mengikuti pelatihan intensif selama sekitar lima bulan agar memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan perusahaan di Jepang.
Meski peluang kerja terbuka lebar, Iman mengakui masih terdapat tantangan dalam proses sosialisasi. Selain belum optimalnya dukungan lintas sektor, masih muncul stigma negatif terhadap lembaga pelatihan kerja akibat ulah oknum dari lembaga lain.
Pihaknya membutuhkan dukungan juga support system, branding pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari Wali Kota Salatiga. Robby Hernawan menilai program yang dibawa LPK Serbaindo selaras dengan komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi lulusan SMA yang belum memperoleh pekerjaan.
“Kami juga memiliki program pengentasan pengangguran, terutama bagi lulusan SMA yang belum mendapatkan kesempatan bekerja,” kata Robby.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Salatiga siap membangun sinergi dengan berbagai LPK, termasuk LPK Serbaindo, agar lahir tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
“Pemerintah akan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memberikan keterampilan, sehingga tenaga kerja bisa siap pakai baik di jenjang regional, nasional, maupun internasional,” tambahnya.
Sebagai langkah nyata, kedua belah pihak sepakat membawa pembahasan ke tahap penyusunan Memorandum of Understanding (MoU). Program juga akan diperluas melalui sosialisasi di sekolah-sekolah dan melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat RT, RW, kelurahan, serta kecamatan agar semakin banyak warga Salatiga memperoleh akses terhadap peluang kerja di Jepang.
Menutup audiensi, Wali Kota Robby berharap kolaborasi tersebut menjadi tonggak lahirnya SDM Salatiga yang mampu bersaing di pasar kerja global sekaligus menjadi solusi nyata menekan angka pengangguran.
“Harapan kami, program ini dapat memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Salatiga dan mendukung visi menjadikan Salatiga sebagai kota yang beda dan mendunia dari berbagai aspek,” pungkasnya.









