URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

LPK Serbaindo usai beraudiensi dengan Wali Kota Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Upaya pengentasan pengangguran di Kota Salatiga kini dimulai oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo dan Pemkot Salatiga. Kedua belah pihak bersilaturahmi, sambil membawa misi besar membangun kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kota Salatiga untuk membuka akses kerja ke negeri sakura, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus mengangkat daya saing masyarakat hingga level internasional.

Dipimpin langsung oleh Iman Abdul Rahman, yang lebih akrab dipanggil Papi Iman, audiensi LPK Serbaindo mendapat perhatian serius dari Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. Pertemuan itu juga dihadiri jajaran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kota Salatiga, Presiden Direktur Exceed Cooperative Japan Watanabe Daisuke, serta Harada yang turut memaparkan besarnya peluang kerja sama Indonesia–Jepang.

Dalam pemaparannya, Iman menjelaskan bahwa LPK Serbaindo kini telah resmi mengantongi izin dari Kementerian Ketenagakerjaan sebagai Sending Organization (SO). Legalitas tersebut menjadi bukti bahwa LPK Serbaindo memiliki kewenangan menyiapkan hingga memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke Jepang melalui jalur resmi dan profesional.

Selama ini, LPK Serbaindo telah membina ratusan peserta didik, terutama di bidang caregiver, profesi yang tengah mengalami lonjakan kebutuhan di Jepang seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.

Di hadapan Wali Kota, Iman menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah merupakan kunci keberhasilan program. Karena itu, LPK Serbaindo mengusulkan penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi secara masif ke sekolah-sekolah, hingga pelibatan RT, RW, kelurahan, dan kecamatan agar informasi mengenai peluang kerja ke Jepang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“Apabila kolaborasi ini berjalan optimal, kapasitas program berpotensi berkembang hingga sekitar 45 ribu peserta sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat,” ungkap Iman.

Tak berhenti pada penempatan tenaga kerja, LPK Serbaindo juga menawarkan konsep kerja sama yang lebih luas. Mulai dari pengembangan sektor kesehatan melalui program senior living, peluang menghadirkan lansia asal Jepang untuk mendapatkan layanan perawatan di Indonesia, hingga gagasan membangun hubungan sister city antara Salatiga dengan sejumlah kota di Jepang.

Tak kalah menarik, audiensi juga membahas peluang transfer teknologi dan kerja sama pengelolaan sampah bersama Kota Kitakyushu dan Fukuoka, Jepang. Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya kolaborasi internasional yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Iman juga memaparkan bahwa calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Jepang harus berusia 18–25 tahun, lulusan minimal SMA/SMK atau Paket C, baik laki-laki maupun perempuan. Sebelum berangkat, peserta wajib mengikuti pelatihan intensif selama sekitar lima bulan agar memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan perusahaan di Jepang.

Meski peluang kerja terbuka lebar, Iman mengakui masih terdapat tantangan dalam proses sosialisasi. Selain belum optimalnya dukungan lintas sektor, masih muncul stigma negatif terhadap lembaga pelatihan kerja akibat ulah oknum dari lembaga lain.
Pihaknya membutuhkan dukungan juga support system, branding pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi.

Paparan tersebut mendapat respons positif dari Wali Kota Salatiga. Robby Hernawan menilai program yang dibawa LPK Serbaindo selaras dengan komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi lulusan SMA yang belum memperoleh pekerjaan.

“Kami juga memiliki program pengentasan pengangguran, terutama bagi lulusan SMA yang belum mendapatkan kesempatan bekerja,” kata Robby.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Salatiga siap membangun sinergi dengan berbagai LPK, termasuk LPK Serbaindo, agar lahir tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

“Pemerintah akan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memberikan keterampilan, sehingga tenaga kerja bisa siap pakai baik di jenjang regional, nasional, maupun internasional,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata, kedua belah pihak sepakat membawa pembahasan ke tahap penyusunan Memorandum of Understanding (MoU). Program juga akan diperluas melalui sosialisasi di sekolah-sekolah dan melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat RT, RW, kelurahan, serta kecamatan agar semakin banyak warga Salatiga memperoleh akses terhadap peluang kerja di Jepang.

Menutup audiensi, Wali Kota Robby berharap kolaborasi tersebut menjadi tonggak lahirnya SDM Salatiga yang mampu bersaing di pasar kerja global sekaligus menjadi solusi nyata menekan angka pengangguran.

“Harapan kami, program ini dapat memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Salatiga dan mendukung visi menjadikan Salatiga sebagai kota yang beda dan mendunia dari berbagai aspek,” pungkasnya.

Papi Iman berikan keterangan media

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved