URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ada suasana berbeda dalam pelaksanaan Upacara Bendera di SMP 9 Salatiga pada Senin (3/2/2025), di mana Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, M.Psi, M.Si, Psi bertindak sebagai Pembina Upacara. Upacara berlangsung lebih khidmat dengan antusiasme tinggi dari para siswa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pembina Upacara di SMP 9 Salatiga, Aryuni Tekankan Bahaya Narkoba

Pembina Upacara di SMP 9 Salatiga, Aryuni Tekankan Bahaya Narkoba

Pembina Upacara di SMP 9 Salatiga, Aryuni Tekankan Bahaya Narkoba

Ada suasana berbeda dalam pelaksanaan Upacara Bendera di SMP 9 Salatiga pada Senin (3/2/2025), di mana Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, M.Psi, M.Si, Psi bertindak sebagai Pembina Upacara. Upacara berlangsung lebih khidmat dengan antusiasme tinggi dari para siswa.
foto dok IST
Kapolres Salatiga saat menjadi pembina upacara di SMP 9 Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ada yang beda saat pelaksanaan Ucapara Bendera di SMP 9 Salatiga. senin (3.2.2025) kali ini bertindak selaku Pembina Upacara adalah Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, M.Psi, M.Si, Psi.

Kehadiran Kapolres Salatiga selaku Pembina Upacara membuat pelaksanaan Upacara Bendera berlangsung lebih khidmad, siswa terlihat sangat antusias mengikuti jalannya rangkaian Upacara Bendera

Dalam amanatnya Kapolres Salatiga menyampaikan bahwa Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan tonggak awal bagi siswa untuk mengenal jati dirinya, “Karena keingin tahuannya sangat besar, untuk itu perlu dikelola dan diawasi dengan baik, jangan sampai salah dalam pergaulan, jangan ada yang mencoba roko, miras, bahkan sampai terjerat narkoba”, ucap Aryuni.

“Selaku generasi muda penerus bangsa harus memiliki kesadaran dan memahami dampak negatif, dari rokok, miras dan narkoba, baik dari segi kesehatan, sosial, maupun hukum” tambahnya.

pihaknya berharap generasi muda di Kota Salatiga menjauhi segala bentuk kenakalan remaja, mulai dari melanggar peraturan lalu lintas hingga penyalah gunaan narkoba, tentunya ini bukan semata tugas dan tanggung jawab Polisi, namun perlu peran serta semua pihak khususnya orang tua, saat dirumah, dan tenaga pendidik saat disekolah.

Peran Polri dan tenaga pendidik adalah memberikan pemahaman dan sosialisasi terkait bahaya, rokok maupun narkoba, sedangkan keluarga dan lingkungan berperan memberikan pengawasan terhadap pergaulan remaja, dan yang terpenting adalah landasan agama yang kuat agar tidak salah pergaulan.

“Jangan mudah terpengaruh ajakan yang mengarah ke perbuatan negatif, pilihlah pergaulan yang positif, masa depanmu adalah tanggung jawabmu, jangan rusak dengan narkoba” pesan AKBP Aryuni Novitasari, M.Psi, M.Si, Psi.

Kepala Sekolah SMP 9 Yati Kurniawati, M.Pd, memberikan apresiasinya atas kehadiran Kapolres Salatiga selaku Pembina Upacara di SMP 9,.

“Ibu Aryuni Novitasari, selalu ada waktu saat kami mohon menjadi pembina Upacara, kita berharap dengan sosialisasi yang disampaikan dari Ibu Kapolres Langsung, tidak ada siswanya yang mencoba hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka sendiri”, tutup Yati Kurniawati

Suasana upacara di SMP 9 Salatiga

BACA JUGA :

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved