KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal “Nebeng” Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang

Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal “Nebeng” Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang

Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal “Nebeng” Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang

Ilustrasi Sekolah Rakyat (Foto: Dok./IST)

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Siswa dari Kota Surakarta dan Kota Salatiga direncanakan akan mengikuti program Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menyusul keterbatasan lahan di dua daerah tersebut untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Menurut Istichomah, pemerintah pusat mensyaratkan lahan minimal seluas 5,5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Selain luas, lahan juga harus memenuhi sejumlah ketentuan seperti bukan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), memiliki izin peruntukan, akses jalan memadai, hingga dukungan fasilitas pendukung lainnya.

“Salatiga jelas tidak punya lahan yang luasnya lebih dari 5,5 hektar. Informasi yang kami terima, Salatiga dan Kota Surakarta nanti siswanya diikutkan di kabupaten terdekat,” kata Istichomah saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia menjelaskan, Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah yang disiapkan untuk menampung siswa dari daerah sekitar, terutama karena lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat berada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tengaran, yang berbatasan dekat dengan Kota Salatiga.

“Salatiga ya pasti di Kabupaten Semarang karena dekat Mulyorejo. Jadi nanti siswa yang memenuhi syarat untuk sekolah rakyat bisa diikutkan ke sini,” ujarnya.

Istichomah menambahkan, daerah yang tidak mampu menyediakan lahan sesuai syarat tidak diwajibkan membangun Sekolah Rakyat sendiri. Sebagai gantinya, peserta didik dari daerah tersebut akan disalurkan ke kabupaten terdekat yang memiliki fasilitas Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Kabupaten Semarang sendiri saat ini masuk dalam tahap ketiga pembangunan Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial. Awalnya Kabupaten Semarang berpeluang masuk tahap pertama maupun kedua, namun prosesnya terkendala persoalan lahan sehingga harus mengulang pengajuan dari awal.

“Sekarang ini kita masuk tahap ketiga. Harapannya Juni 2027 sudah bisa menerima murid baru,” jelasnya.

Meski sebagian besar persyaratan telah dipenuhi, Pemkab Semarang masih menghadapi kendala penyediaan air bersih untuk kebutuhan sekitar 1.000 penghuni sekolah berasrama tersebut.

Istichomah mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi perhatian serius karena Sekolah Rakyat nantinya akan menampung siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam sistem boarding school.

“Yang terakhir kendalanya air bersih. Karena untuk menyediakan kebutuhan 1.000 orang itu butuh debit air besar,” katanya.

Sumber air dari kawasan Senjoyo sebenarnya tersedia, namun infrastruktur penyaluran air menuju lokasi sekolah masih membutuhkan pembangunan sarana pendukung seperti jaringan pipa dengan biaya besar. Pemkab Semarang, lanjutnya, saat ini terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut, termasuk penyediaan akses jalan dan sarana pendukung lain sesuai standar Kementerian PUPR agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
28 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Hujan Lebat
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
[pekok2]