URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah

Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah

Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono bersama Ketua SPMB SMP N 2 Ungaran Suwardi memantau jalannya verifikasi pada pelaksanaan SPMB hari kedua, Rabu (3/6/2026). Foto: win
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono bersama Ketua SPMB SMP N 2 Ungaran Suwardi memantau jalannya verifikasi pada pelaksanaan SPMB hari kedua, Rabu (3/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memasuki hari kedua. Sejumlah orang tua dan calon murid mendatangi sekolah tujuan untuk memastikan status pendaftaran yang hingga kini belum terverifikasi di sistem. Kondisi tersebut membuat sebagian pendaftar khawatir karena peringkat seleksi masih tercatat nol meski proses pendaftaran telah dilakukan sejak hari pertama.

Salah satu orang tua calon murid, Hantri Retnowati, warga Kalongan, mengaku sengaja datang ke SMP Negeri 2 Ungaran untuk mencari kepastian terkait status pendaftaran anaknya. Ia telah mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi akademik sejak hari pertama, namun hingga Rabu (3/6/2026) siang belum memperoleh hasil verifikasi.

“Kami sudah daftar online, tetapi statusnya belum terverifikasi. Anak saya jadi khawatir, saya juga ikut cemas. Karena itu kami datang langsung ke sekolah untuk meminta penjelasan,” ujarnya.

Setelah mendapatkan informasi dari pihak sekolah, Hantri mengetahui bahwa proses verifikasi masih berlangsung sehingga peringkat calon murid belum dapat ditampilkan dalam sistem. Penjelasan tersebut sedikit meredakan kekhawatirannya.

Meski tidak memiliki piagam penghargaan, Hantri tetap optimistis anaknya berpeluang lolos melalui nilai rapor dan hasil tes kemampuan akademik. Namun, ia juga telah menyiapkan sejumlah alternatif apabila gagal diterima di sekolah tujuan utama.

“Kalau tidak lolos, masih ada pilihan kedua di SMP Negeri 3 Ungaran. Jika belum berhasil juga, saya akan mencoba mendaftarkan ke sekolah di Kota Semarang karena kebetulan kartu keluarga saya terdaftar di sana,” katanya.

Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Ungaran, Suwardi, membenarkan banyak orang tua mendatangi sekolah selama proses pendaftaran berlangsung. Selain menanyakan status verifikasi, sebagian juga membutuhkan bantuan pembuatan akun karena berasal dari luar daerah. Menurutnya, proses verifikasi membutuhkan waktu karena petugas harus memeriksa setiap berkas satu per satu sesuai urutan pendaftaran. Jumlah pendaftar yang cukup besar membuat proses tersebut tidak dapat diselesaikan secara instan.

“Semua berkas harus dicek secara teliti. Karena jumlah pendaftar banyak, verifikasi dilakukan bertahap dan harus antre sesuai urutan,” jelasnya.

Data SPMB Kabupaten Semarang hingga pukul 13.40 WIB menunjukkan pendaftar jalur domisili di SMP Negeri 2 Ungaran mencapai 439 calon murid, dengan 300 di antaranya telah terverifikasi. Pada jalur afirmasi terdapat 104 pendaftar dan 73 telah diverifikasi. Sementara jalur prestasi mencatat 277 pendaftar dengan 122 peserta telah diverifikasi. Adapun jalur mutasi diikuti 13 calon murid dan tiga di antaranya telah lolos proses verifikasi.

Suwardi menambahkan, ketelitian menjadi hal penting dalam proses tersebut. Petugas masih menemukan berbagai kesalahan administrasi, mulai dari dokumen yang tidak sesuai hingga kekeliruan saat mengunggah berkas.

“Ada kartu keluarga yang tidak sesuai, foto dokumen tertukar, bahkan berkas milik peserta lain ikut terunggah. Karena itu verifikator harus memeriksa satu per satu agar tidak terjadi kesalahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah SMP menunjukkan persoalan administrasi masih menjadi kendala utama selama pelaksanaan SPMB tahun ini. Ia menyebut masih banyak ditemukan perbedaan data antara kartu keluarga dan akta kelahiran, kesalahan unggah dokumen, hingga formulir yang belum diisi secara lengkap.

“Hasil verifikasi menunjukkan masih cukup banyak data yang belum sesuai. Ada nama yang berbeda antara dokumen kependudukan, ada berkas yang tertukar, dan ada formulir yang belum lengkap pengisiannya,” ungkapnya.

Menurut Joko, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan SPMB pada tahun mendatang. Ia berharap sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan lebih masif sehingga calon peserta dan orang tua lebih siap menghadapi proses pendaftaran berbasis digital.

“Masih ada masyarakat yang mengalami kendala karena keterbatasan perangkat maupun pemahaman terhadap tahapan pendaftaran. Ini menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Mahasiswa Kimia dan Biologi UKSW Lolos ONMIPA-PT Nasional
Mahasiswa Kimia dan Biologi UKSW Lolos ONMIPA-PT Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada 23 Juni 2026 untuk mempercepat penanganan rob yang menggenangi permukiman warga. Pemprov Jateng menyiapkan...
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan menerima audiensi peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III di ruang kerjanya untuk membahas delapan aksi perubahan yang dirancang sebagai inovasi...
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Kelangkaan pasokan daging sapi terjadi di Kota Salatiga pada Juni 2026 akibat menurunnya populasi sapi potong yang siap dipasarkan. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga mencatat kebutuhan sekitar 15...
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Rutan Kelas II B Salatiga resmi menjalin kerja sama dengan Badan Bimbingan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) di Salatiga untuk memperluas akses layanan bantuan...
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM?
Pemerintah memastikan skema insentif Rp5 juta untuk pembelian motor listrik semakin dekat diterapkan setelah Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan menyelesaikan koordinasi aturan, dengan Peraturan...
Muat Lebih

POPULER

Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia