RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memasuki hari kedua. Sejumlah orang tua dan calon murid mendatangi sekolah tujuan untuk memastikan status pendaftaran yang hingga kini belum terverifikasi di sistem. Kondisi tersebut membuat sebagian pendaftar khawatir karena peringkat seleksi masih tercatat nol meski proses pendaftaran telah dilakukan sejak hari pertama.
Salah satu orang tua calon murid, Hantri Retnowati, warga Kalongan, mengaku sengaja datang ke SMP Negeri 2 Ungaran untuk mencari kepastian terkait status pendaftaran anaknya. Ia telah mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi akademik sejak hari pertama, namun hingga Rabu (3/6/2026) siang belum memperoleh hasil verifikasi.
“Kami sudah daftar online, tetapi statusnya belum terverifikasi. Anak saya jadi khawatir, saya juga ikut cemas. Karena itu kami datang langsung ke sekolah untuk meminta penjelasan,” ujarnya.
Setelah mendapatkan informasi dari pihak sekolah, Hantri mengetahui bahwa proses verifikasi masih berlangsung sehingga peringkat calon murid belum dapat ditampilkan dalam sistem. Penjelasan tersebut sedikit meredakan kekhawatirannya.
Meski tidak memiliki piagam penghargaan, Hantri tetap optimistis anaknya berpeluang lolos melalui nilai rapor dan hasil tes kemampuan akademik. Namun, ia juga telah menyiapkan sejumlah alternatif apabila gagal diterima di sekolah tujuan utama.
“Kalau tidak lolos, masih ada pilihan kedua di SMP Negeri 3 Ungaran. Jika belum berhasil juga, saya akan mencoba mendaftarkan ke sekolah di Kota Semarang karena kebetulan kartu keluarga saya terdaftar di sana,” katanya.
Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Ungaran, Suwardi, membenarkan banyak orang tua mendatangi sekolah selama proses pendaftaran berlangsung. Selain menanyakan status verifikasi, sebagian juga membutuhkan bantuan pembuatan akun karena berasal dari luar daerah. Menurutnya, proses verifikasi membutuhkan waktu karena petugas harus memeriksa setiap berkas satu per satu sesuai urutan pendaftaran. Jumlah pendaftar yang cukup besar membuat proses tersebut tidak dapat diselesaikan secara instan.
“Semua berkas harus dicek secara teliti. Karena jumlah pendaftar banyak, verifikasi dilakukan bertahap dan harus antre sesuai urutan,” jelasnya.
Data SPMB Kabupaten Semarang hingga pukul 13.40 WIB menunjukkan pendaftar jalur domisili di SMP Negeri 2 Ungaran mencapai 439 calon murid, dengan 300 di antaranya telah terverifikasi. Pada jalur afirmasi terdapat 104 pendaftar dan 73 telah diverifikasi. Sementara jalur prestasi mencatat 277 pendaftar dengan 122 peserta telah diverifikasi. Adapun jalur mutasi diikuti 13 calon murid dan tiga di antaranya telah lolos proses verifikasi.
Suwardi menambahkan, ketelitian menjadi hal penting dalam proses tersebut. Petugas masih menemukan berbagai kesalahan administrasi, mulai dari dokumen yang tidak sesuai hingga kekeliruan saat mengunggah berkas.
“Ada kartu keluarga yang tidak sesuai, foto dokumen tertukar, bahkan berkas milik peserta lain ikut terunggah. Karena itu verifikator harus memeriksa satu per satu agar tidak terjadi kesalahan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah SMP menunjukkan persoalan administrasi masih menjadi kendala utama selama pelaksanaan SPMB tahun ini. Ia menyebut masih banyak ditemukan perbedaan data antara kartu keluarga dan akta kelahiran, kesalahan unggah dokumen, hingga formulir yang belum diisi secara lengkap.
“Hasil verifikasi menunjukkan masih cukup banyak data yang belum sesuai. Ada nama yang berbeda antara dokumen kependudukan, ada berkas yang tertukar, dan ada formulir yang belum lengkap pengisiannya,” ungkapnya.
Menurut Joko, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan SPMB pada tahun mendatang. Ia berharap sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan lebih masif sehingga calon peserta dan orang tua lebih siap menghadapi proses pendaftaran berbasis digital.
“Masih ada masyarakat yang mengalami kendala karena keterbatasan perangkat maupun pemahaman terhadap tahapan pendaftaran. Ini menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan,” tandasnya. (win)