RASIKAFM.COM | SALATIGA – Astra Infra melalui unit bisnisnya, Resta Pendopo, secara resmi meluncurkan “Resta SAE Ruang Temoe” di Lantai UG Resta SAE Site B, Resta Pendopo KM 456, Kabupaten Semarang, pada Minggu (12/7/2026) siang.
Wadah ini dihadirkan sebagai ruang inklusif nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendukung pilar Astra 2030 Sustainability Aspirations.
Melalui inisiatif humanis ini, Resta Pendopo berkomitmen kuat menciptakan dampak sosial positif yang berkelanjutan di lingkungan infrastruktur publik.
Ruang Temoe dirancang untuk memberdayakan teman-teman difabel dan neurodivergent agar dapat mandiri secara ekonomi, sekaligus mengenalkan karya terbaik mereka ke kancah nasional.
Di dalam “Resta SAE Ruang Temoe”, para pengunjung salah satu rest area terbaik di Jawa Tengah ini dapat menemukan dan membeli langsung aneka produk kreatif bernilai jual tinggi.
Produk-produk estetis tersebut meliputi tas trendi, botol minum (tumbler), sabun organik, kerajinan hiasan dari bahan daur ulang kertas, hingga berbagai aksesoris hasil buah tangan perajin difabel.
Kepada wartawan Property Management Head PT Astari Marga Sarana, Adi Agus Suseno, menegaskan bahwa kehadiran Ruang Temoe merupakan sebuah gerakan sosial untuk mengajak masyarakat luas mengubah cara pandang terhadap keterbatasan fisik maupun mental.
Senada dengan hal tersebut, Sustainability Management Head Astra Infra, Beny Priyatna Kusumah, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pilar pendidikan dan kewirausahaan yang mengedepankan aspek diversity (keberagaman), kesetaraan, serta kesempatan yang sama.
“Kami memberikan media agar teman-teman difabel bisa menampilkan karya yang menginspirasi banyak orang. Jadi, tempat ini bukan hanya sekadar untuk transaksi jual-beli, melainkan juga ruang untuk melihat bagaimana perjuangan dan aktivitas mereka agar bermanfaat bagi sesama,” ujar Beny.
Beny menambahkan, Resta Pendopo KM 456 terpilih sebagai lokasi program karena dinilai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai salah satu rest area terbaik di Indonesia untuk jalan tol berkelanjutan.
Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istiqomah, menyatakan bahwa saat ini terdapat 4.383 penyandang disabilitas yang terdaftar secara resmi di wilayahnya. Pihak pemerintah terus berupaya mendorong mereka agar “Setara dan Berdaya”.
“Kami berusaha membuat teman-teman difabel ini setara, tidak dipandang sebelah mata. Namun untuk menjadi setara, mereka harus berdaya dengan memiliki keterampilan”. Ujar Istiqomah.
Kehadiran Ruang Temoe dari Astra Infra ini menjadi media yang luar biasa bagi mereka untuk memasarkan produk yang telah dilatih selama ini, sekaligus mewujudkan jati diri mereka,” ungkap Istiqomah.
Sementara itu, Ina Prihati Nur Islami (21), salah seorang warga Ambarawa penyandang disabilitas yang dipercaya menjaga Ruang Temoe, mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam operasional ruang kreatif ini.
Ia menceritakan bahwa produk-produk yang dipajang murni merupakan hasil keterampilan tangan komunitas difabel.
“Di sini kami menampilkan berbagai hasil karya, seperti kerajinan dari bubur kertas daur ulang atau koran bekas yang sudah tidak terpakai, hingga totebag kain yang kami lukis sendiri,” ujar Ina dengan penuh semangat.
Melalui peresmian Ruang Temoe ini, Resta Pendopo KM 456 tidak lagi sekadar menjadi tempat singgah melepas lelah bagi para pengguna jalan tol, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan inspiratif.







