URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.

Mbak Google

KABAR RASIKA

KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Mahasiswa KKN Tim II Undip mendorong upaya transformasi Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri melalui program pendampingan UMKM berupa digitalisasi data serta inovasi bidang pangan. Foto: IST/ dok. KKN Tim II Undip
Mahasiswa KKN Tim II Undip mendorong upaya transformasi Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri melalui program pendampingan UMKM berupa digitalisasi data serta inovasi bidang pangan. Foto: IST/ dok. KKN Tim II Undip
featured-img

RASIKAFM.COM | WONOGIRI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 menggabungkan dua potensi penting Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, yakni potensi ekonomi dan pangan lokal. Melalui program kerja yang dijalankan selama KKN, mahasiswa mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran. Di sisi lain, mahasiswa mengolah bahan pangan lokal berupa singkong menjadi makanan bergizi bagi balita.

Program tersebut dilaksanakan oleh 10 mahasiswa KKN Tim II Undip dengan didampingi dosen pembimbing lapangan Farid Agushybana, Fariz Nurmita Aziz, dan Dewi Setyaningsih. Di sektor ekonomi, mahasiswa menjalankan program “Pengembangan Potensi UMKM Desa Melalui Inovasi Digital dan Penguatan Ekonomi Lokal”.

Tahap awal dilakukan dengan mendata pelaku UMKM secara door to door di tujuh dusun, yakni Mundu, Semin Kulon, Semin Wetan, Ngantup, Jati Bedug, Sumberejo, dan Banjardowo. Mahasiswa tidak sekadar mencatat jenis usaha dan produk yang dihasilkan, tetapi juga menggali persoalan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.

“Dari pendataan secara langsung ini kami bisa melihat kondisi UMKM di lapangan. Ada yang usahanya sudah berjalan baik, tetapi masih ada yang belum memanfaatkan media digital secara maksimal,” kata Ketua KKN Tim II Undip, Aliya Firdhaussya Putri Setiawan saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, digitalisasi menjadi penting karena calon konsumen saat ini semakin banyak mencari informasi produk melalui internet.

“Karena itu kami mengenalkan hal-hal yang sederhana dan mudah diterapkan, seperti mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps, menggunakan QRIS, serta memanfaatkan media sosial untuk promosi,” ujarnya.

Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Mukino, salah satu pelaku UMKM Desa Purworejo, mengatakan keterbukaan masyarakat terhadap program mahasiswa tidak lepas dari harapan agar usaha mereka bisa berkembang.

“Selama programnya membantu kami berkembang, kami siap untuk terbuka,” kata Mukino.

“Kalau ada yang bisa membantu usaha kami lebih dikenal, tentu kami senang. Apalagi kalau pelanggan dari luar desa bisa mengetahui produk kami melalui internet,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut pendataan, mahasiswa memberikan pendampingan pendaftaran Google Maps, penggunaan QRIS, serta penguatan strategi promosi digital. Mahasiswa juga menyusun peta persebaran UMKM Desa Purworejo yang memuat lokasi usaha di tujuh dusun. Selain itu, dikembangkan website UMKM Desa Purworejo yang berisi profil UMKM, informasi produk, lokasi usaha, kontak pelaku usaha, serta tautan Google Maps.

“Harapannya masyarakat tidak kesulitan mencari UMKM yang ada di Desa Purworejo. Produk warga juga bisa lebih mudah ditemukan oleh masyarakat dari luar desa,” katanya.

Tak hanya berbicara soal ekonomi, mahasiswa KKN Undip juga mengembangkan inovasi berbasis pangan lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat. Dalam kegiatan Posyandu Ibu Hamil dan Balita, mahasiswa mengemas kegiatan dengan edukasi kesehatan dan gizi, demonstrasi memasak, serta pemberian makanan tambahan (PMT).

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah BoLeSi (Bola Lele Singkong), yang dibuat dari ikan lele dan singkong yang dipadukan dengan telur, wortel, keju, serta bahan pendukung lainnya.

“Singkong dipilih karena merupakan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Kami mencoba mengolahnya menjadi makanan yang lebih menarik sehingga bisa menjadi alternatif menu untuk balita,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purworejo, Hartono, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN Undip, terutama karena memanfaatkan bahan pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Olahannya bagus, menarik, enak, seratus poin untuk KKN Undip,” paparnya.

Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi contoh bahwa bahan pangan lokal tidak harus dikonsumsi dalam bentuk yang monoton. Ia juga menilai program KKN tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi dapat meninggalkan pengetahuan yang bisa diteruskan masyarakat.

“Yang penting bukan hanya produknya, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pengetahuan dan bisa meneruskannya setelah mahasiswa selesai KKN,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"