KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan

Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan

Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah menyalurkan bantuan 15 kaki palsu kepada warga penyandang disabilitas di Aula Kantor Dinsos setempat, Selasa (18/8/2026). Foto: IST/ Dinsos Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan 15 kaki palsu kepada warga penyandang disabilitas. Bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Semarang 2026 tersebut memiliki nilai anggaran Rp135 juta.

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah mengatakan, masing-masing kaki palsu memiliki anggaran sekitar Rp9 juta. Penyerahan sekaligus pemasangan bantuan dilakukan di Aula Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Selasa (18/8/2026).

“Jadi hari ini kami menyalurkan 15 kaki palsu untuk 15 orang penerima. Anggarannya dari APBD, nilainya Rp9 juta untuk satu kaki palsu, sehingga total Rp135 juta,” kata Istichomah.

Menurutnya, proses pemberian bantuan diawali dari usulan masyarakat yang membutuhkan kaki palsu. Dinsos kemudian melakukan kunjungan dan pengecekan kondisi calon penerima sebelum melakukan verifikasi data.
Setelah penerima ditetapkan, Dinsos mendatangkan rekanan pembuat kaki palsu untuk melakukan pengukuran. Sebab, kaki palsu yang diberikan dibuat secara khusus atau custom sesuai kondisi masing-masing penerima.

“Sebulan yang lalu sudah dilakukan pengukuran. Hari ini orangnya dihadirkan lagi untuk pemasangan. Kalau ternyata ada yang tidak pas, saat itu juga diperbaiki oleh teknisinya,” jelasnya.

Istichomah menyebut, penerima bantuan merupakan warga yang mengajukan melalui petugas lapangan, terutama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Dari 15 penerima, dua orang berasal dari Kecamatan Bancak, tiga orang dari Pringapus, dua orang dari Suruh, dan dua orang dari Ungaran Timur. Sementara dari Bergas, Pabelan, Kaliwungu, Ungaran Barat dan Ambarawa masing-masing terdapat satu penerima.

Bantuan tersebut, lanjut Istichomah, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Semarang dalam membantu warga penyandang disabilitas agar dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.

“Warga yang telah disetujui kemudian mengikuti pengukuran oleh rekanan pembuat kaki palsu Difabelcare. Hari ini langsung kami serahkan dan dipasang,” ujarnya.

Istichomah menambahkan, pada tahun ini Dinsos masih akan menyalurkan tambahan enam kaki palsu melalui anggaran perubahan. Tambahan tersebut diberikan untuk menindaklanjuti permintaan warga yang masuk ke Dinsos. Sementara pada 2025 lalu, Dinsos Kabupaten Semarang telah menyalurkan 10 unit kaki palsu. Program bantuan serupa juga dipastikan tetap dianggarkan pada 2027 mendatang.

Salah satu penerima bantuan, Mariyono (53), warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, mengaku bersyukur mendapatkan kaki palsu tersebut. Mariyono kehilangan fungsi kakinya setelah mengalami kecelakaan kerja. Setelah menerima dan mengenakan kaki palsu, ia tampak dapat berjalan dengan lebih normal.

“Kaki saya patah karena kecelakaan kerja. Terima kasih atas bantuannya melalui TKSK. Kaki palsu ini sangat membantu saya beraktivitas normal kembali,” kata Mariyono usai menerima bantuan.

Sementara itu, TKSK Ungaran Timur Ary Prasetyawan mengatakan, para penerima bantuan tetap dapat berkomunikasi dengan TKSK selama masa penyesuaian penggunaan kaki palsu. Menurutnya, pendampingan diperlukan agar penerima dapat beradaptasi dan menggunakan kaki palsu dengan nyaman dalam aktivitas sehari-hari.

“Semua TKSK siap membantu,” tegasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]