RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi ekonomi menjadi tantangan tersendiri dalam penggalangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang 2026. Meski demikian, PMI tetap menaikkan target pengumpulan dana menjadi Rp1,75 miliar. Target tersebut meningkat sekitar Rp400 juta dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,35 miliar.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2026, Bondan Marutohening, mengatakan kondisi ekonomi saat ini harus menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi penggalangan dana.
“Tantangannya kondisi ekonomi seperti ini. Kita harus berimprovisasi dan agak kreatif untuk penggalangan dana yang tidak membebani masyarakat,” kata Bondan usai acara Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang Tahun 2026 di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, panitia akan mencari pola penggalangan yang lebih kreatif. Mekanisme tersebut masih akan dibahas lebih lanjut agar target dapat tercapai tanpa menambah beban masyarakat.
“Harus berkreasi bentuknya apa, kami belum rapat, tapi nanti akan kami tekankan untuk ke situ,” ujarnya.
Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengajak seluruh elemen masyarakat turut bergotong royong menyukseskan Bulan Dana PMI. Penggalangan tidak hanya menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN, tetapi juga perusahaan serta masyarakat umum.
“Kita bersama-sama bergotong royong, berkolaborasi bersama-sama,” kata Ngesti.
Ia berharap masyarakat dapat menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan kebencanaan. Dana yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk membantu korban rumah terbakar, warga terdampak kekeringan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
“Semakin banyak yang terkumpul, nanti juga banyak bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain masyarakat, Pemkab Semarang juga akan mengoptimalkan potensi dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun bentuk bantuan lainnya. Penyaluran dana PMI akan diprioritaskan untuk kebutuhan kebencanaan dan kegiatan donor darah. Bantuan sosial lainnya juga tetap menjadi bagian dari pemanfaatan dana yang terkumpul.
“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, harapan kami penggalangan dana tetap dapat berjalan dengan semangat gotong royong tanpa membebani masyarakat,” tandasnya. (win)







