KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter

MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter

MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter

Siswa di SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga saat ikuti Psikotes (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hari kedua, pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dikota Salatiga umumnya dilakukan dengan pengenalan siswa kepada guru dan lingkungan sekolah. Namun berbeda dengan yang dilakukan oleh SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga. Dimana pihak sekolah justru mengambil langkah strategis untuk mengenali potensi peserta didik melalui kegiatan psikotes yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Cara ini jarang dilakukan oleh sekolah lain yang ada dikota Salatiga.

SMA Sainstek yakin jika hal ini bagian dari upaya sekolah dalam memetakan bakat, minat, karakter, serta gaya belajar siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Kepala Sekolah SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, Sutomo, M.Ag, mengatakan psikotes ini merupakan langkah awal yang positif untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih tepat sasaran.

“Ini menjadi modal bagi sekolah dan bapak ibu guru dalam melakukan pemetaan bakat, minat, dan yang paling kami harapkan adalah mengetahui gaya belajar anak yang nantinya bisa kami kembangkan,” ujar Sutomo.

Menurutnya, setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan adanya hasil psikotes, guru dapat menentukan pola pembelajaran yang lebih sesuai sehingga potensi siswa dapat berkembang secara maksimal.

“Kami ingin bagaimana konsep mindful, meaningful, dan joyful dapat benar-benar diterapkan di SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga. Harapannya, proses dan hasil pembelajaran bisa optimal sesuai harapan orang tua maupun siswa,” jelasnya.

Tak hanya siswa, kegiatan psikotes tersebut juga menyasar para guru. Sutomo menyebut, keterlibatan guru menjadi bagian penting agar tercipta keselarasan antara karakter siswa dan metode pembelajaran yang diterapkan.

“Guru juga harus terus melakukan evaluasi dan introspeksi. Karena gaya pembelajaran yang disampaikan guru akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan agar siswa dan guru memiliki pola pembelajaran yang selaras,” ungkapnya.
Senada, Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Salatiga, Sugiman, mengapresiasi langkah SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga yang menggelar psikotes tersebut.

Menurutnya, asesmen awal sangat penting agar sekolah dan guru memahami karakteristik setiap peserta didik.

“Dari 42 anak tentu memiliki karakteristik yang beragam. Namun jika guru mengetahui kondisi mereka, maka layanan pendidikan yang diberikan bisa lebih maksimal sesuai kemampuan dan kebutuhan siswa,” tutur Sugiman.

Melalui kegiatan ini, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga berharap mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan mendukung setiap siswa untuk berkembang sesuai potensinya.

Sementara itu, Direktur Nala Dinamika, Anggit K. Wisuda mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kolaborasi antara Nala Dinamika dan Di Hive yang fokus pada layanan psikologi, pendidikan, serta perkembangan anak.

Dalam kegiatan ini, pihaknya melakukan asesmen terhadap siswa, guru, dan orang tua untuk membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan seluruh pihak.

“Untuk siswa ada empat aspek yang diukur, yakni intelegensi, bakat minat, kepribadian, dan gaya belajar. Sedangkan untuk guru dan orang tua memiliki instrumen asesmen yang berbeda,” kata Anggit.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan hanya mengetahui hasil tes, tetapi membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan peserta didik.

“Kami ingin membentuk ekosistem pendidikan yang baik, sehingga tujuan yang ingin dicapai menjadi tujuan bersama antara sekolah, orang tua, dan siswa,” ujarnya.

– Ketua Dikdasmen Salatiga, Sugiman
– Anggit K. Wisuda

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]