Yogyakarta, 17 Juli 2026 – Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Hotel Rich Yogyakarta, Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia ini menjadi momentum untuk memperkuat peran forum pelanggan dalam mewujudkan pelayanan air minum yang lebih berkualitas. Munas FORPAMNAS juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun arah kebijakan, merumuskan program kerja, serta memilih kepengurusan baru periode 2026-2030, demi semakin menguatnya peran Forum Pelanggan Air Minum dalam mendukung pelayanan air minum yang berkualitas di Indonesia.
Ketua Umum FORPAMNAS, Ir. Bambang Hardjono, dalam sambutannya menegaskan bahwa Munas IV mengusung tema penting mengenai pembentukan badan regulator air minum. Menurutnya, keberadaan regulator diperlukan untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelanggan, perusahaan daerah air minum, dan pemerintah.
“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu diperlukan regulasi yang mampu melindungi kepentingan seluruh pihak, baik pelanggan, perusahaan, maupun pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan air minum,” ujar Bambang.
Ia menilai selama ini posisi pelanggan masih belum sepenuhnya sejajar dalam proses pengambilan kebijakan. Melalui FORPAMNAS, aspirasi pelanggan diharapkan dapat tersalurkan secara lebih efektif sehingga pelayanan air minum semakin baik.
Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa pembentukan badan regulator bukanlah tujuan akhir organisasi. Yang lebih penting adalah lahirnya kebijakan-kebijakan strategis yang memperkuat perlindungan hak pelanggan serta meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengungkapkan rencana lahirnya Deklarasi Sleman 2026, sebagai komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antarau forum pelanggan, Perumda Air Minum, pemerintah daerah, PERPAMSI, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor air minum.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Perumda Air Minum Tirta Sembada Sleman yang menjadi pelopor pemanfaatan teknologi satelit untuk mendeteksi kebocoran jaringan air. Inovasi tersebut dinilai sebagai langkah maju dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kepada pelanggan.
Selain itu, Ketua Umum FORPAMNAS menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas pembangunan empat embung yang dinilai mampu memperkuat ketersediaan air dan mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Sementara itu, Dewan Pembina FORPAMNAS yang juga Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang erat antara Forum Pelanggan dengan Perumda Air Minum (PDAM).
Menurutnya, Forum Pelanggan bukanlah pihak yang mencari kekurangan perusahaan, melainkan mitra strategis yang mampu memberikan masukan, menyerap aspirasi masyarakat, serta membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kolaborasi antara Forum Pelanggan dan PDAM merupakan sebuah kebutuhan. Dengan komunikasi yang baik, kedua belah pihak dapat saling menguatkan demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Harda Kiswaya mengakui masih ada sejumlah daerah yang belum sepenuhnya memahami manfaat keberadaan Forum Pelanggan. Oleh karena itu, ia berharap hasil Munas IV mampu melahirkan program-program yang memperkuat sinergi tersebut di seluruh Indonesia.
Ia juga mendorong agar antar-PDAM dapat saling berbagi pengalaman dan inovasi sehingga praktik-praktik terbaik dalam pelayanan air minum dapat diterapkan di berbagai daerah.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Sleman secara resmi membuka Musyawarah Nasional IV FORPAMNAS dengan harapan forum tersebut menjadi tonggak lahirnya kerja sama yang semakin kuat antara pelanggan, Perumda Air Minum, dan pemerintah dalam mewujudkan pelayanan air minum yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.









