URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.

Mbak Google

KABAR RASIKA

FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta

FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta

FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta

Bupati Sleman (Pembina Forpamnas) H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si. (tengah), didampingi Ketua Umum FORPAMNAS 2022-2026, Ir. Bambang Hardjono (kiri)
featured-img

Yogyakarta, 17 Juli 2026 – Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Hotel Rich Yogyakarta, Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia ini menjadi momentum untuk memperkuat peran forum pelanggan dalam mewujudkan pelayanan air minum yang lebih berkualitas. Munas FORPAMNAS juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun arah kebijakan, merumuskan program kerja, serta memilih kepengurusan baru periode 2026-2030, demi semakin menguatnya peran Forum Pelanggan Air Minum dalam mendukung pelayanan air minum yang berkualitas di Indonesia.

Ketua Umum FORPAMNAS, Ir. Bambang Hardjono, dalam sambutannya menegaskan bahwa Munas IV mengusung tema penting mengenai pembentukan badan regulator air minum. Menurutnya, keberadaan regulator diperlukan untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelanggan, perusahaan daerah air minum, dan pemerintah.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu diperlukan regulasi yang mampu melindungi kepentingan seluruh pihak, baik pelanggan, perusahaan, maupun pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan air minum,” ujar Bambang.

Ia menilai selama ini posisi pelanggan masih belum sepenuhnya sejajar dalam proses pengambilan kebijakan. Melalui FORPAMNAS, aspirasi pelanggan diharapkan dapat tersalurkan secara lebih efektif sehingga pelayanan air minum semakin baik.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa pembentukan badan regulator bukanlah tujuan akhir organisasi. Yang lebih penting adalah lahirnya kebijakan-kebijakan strategis yang memperkuat perlindungan hak pelanggan serta meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengungkapkan rencana lahirnya Deklarasi Sleman 2026, sebagai komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antarau forum pelanggan, Perumda Air Minum, pemerintah daerah, PERPAMSI, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor air minum.

Ia turut memberikan apresiasi kepada Perumda Air Minum Tirta Sembada Sleman yang menjadi pelopor pemanfaatan teknologi satelit untuk mendeteksi kebocoran jaringan air. Inovasi tersebut dinilai sebagai langkah maju dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kepada pelanggan.

Selain itu, Ketua Umum FORPAMNAS menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas pembangunan empat embung yang dinilai mampu memperkuat ketersediaan air dan mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Sementara itu, Dewan Pembina FORPAMNAS yang juga Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang erat antara Forum Pelanggan dengan Perumda Air Minum (PDAM).

Menurutnya, Forum Pelanggan bukanlah pihak yang mencari kekurangan perusahaan, melainkan mitra strategis yang mampu memberikan masukan, menyerap aspirasi masyarakat, serta membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kolaborasi antara Forum Pelanggan dan PDAM merupakan sebuah kebutuhan. Dengan komunikasi yang baik, kedua belah pihak dapat saling menguatkan demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Peserta Munas FORPAMNAS dari FKP berbagai daerah di Indonesia

Harda Kiswaya mengakui masih ada sejumlah daerah yang belum sepenuhnya memahami manfaat keberadaan Forum Pelanggan. Oleh karena itu, ia berharap hasil Munas IV mampu melahirkan program-program yang memperkuat sinergi tersebut di seluruh Indonesia.

Ia juga mendorong agar antar-PDAM dapat saling berbagi pengalaman dan inovasi sehingga praktik-praktik terbaik dalam pelayanan air minum dapat diterapkan di berbagai daerah.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Sleman secara resmi membuka Musyawarah Nasional IV FORPAMNAS dengan harapan forum tersebut menjadi tonggak lahirnya kerja sama yang semakin kuat antara pelanggan, Perumda Air Minum, dan pemerintah dalam mewujudkan pelayanan air minum yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved