URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia

15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia

15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia

Mahasiswa UKSW sebelum berangkat ke Jepang
Mahasiswa UKSW sebelum berangkat ke Jepang
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 yang diselenggarakan di Kwansei Gakuin University (KGU), Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus mendatang. Mengusung tema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World, para mahasiswa didampingi Leader Dr. Dian Toar Sumakul, M.A., dan Co-Leader Maryanah. Sebelum keberangkatan, rombongan dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) UKSW Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy, pada Kamis (30/07/2026).

Profesor Yafet Rissy berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang belajar sekaligus membangun persahabatan internasional.
“Jepang memiliki banyak hal yang dapat kita pelajari. Yang terpenting adalah percaya pada diri sendiri, memberikan yang terbaik, dan membawa nama baik UKSW,” pesannya.

Penyelenggaraan EASE 2026 menjadi istimewa karena sekaligus memperingati 50th Years Commemorative of EASE menjelang 50 tahun penyelenggaraannya. Peringatan tersebut akan berlangsung pada Sabtu (08/08/2026) melalui simposium bertema perdamaian dengan keynote speaker Koko Kondo, penyintas bom atom Hiroshima sekaligus pegiat perdamaian dunia. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan diskusi panel bersama Profesor Willi Toisuta, Profesor Petrus Ari Santoso, dan Profesor Yasuko Shimizu, serta penampilan Culture Sharing dari peserta EASE 2026.

Co-Leader EASE 2026, Maryanah, S.Pd., menjelaskan bahwa tema tahun ini dipilih bersama KGU dan pimpinan EASE karena terinspirasi dari EASE Anthem.

“Bagian Manifest the Dream menggambarkan harapan dan masa depan, sedangkan Our Journey mengajak UKSW dan KGU merefleksikan hampir lima dekade perjalanan EASE. Menjelang usia ke-50, kami ingin kembali menegaskan visi utama program, yaitu membangun perdamaian dunia melalui persahabatan,” jelasnya.

Menurut Maryanah, EASE tidak hanya menjadi wadah pertukaran budaya, tetapi juga membangun karakter mahasiswa melalui jejaring internasional, pemahaman lintas budaya, toleransi, kerja sama tim, kepemimpinan, serta pengalaman belajar di KGU. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk menjaga perdamaian dunia melalui persahabatan. Selama berada di Jepang, delegasi UKSW akan memperkenalkan budaya Indonesia melalui sesi Food Sharing dengan menyajikan Soto Lamongan, bakwan sayur, perkedel, kue cubit, dan es gula asam. Pada sesi Culture Sharing, mereka juga akan menampilkan fashion show busana adat Nusantara, fragmen Pelog karya Jaya Suprana, lagu Pemuda, Tari Tabola Bale, serta Tari Gemu Fa Mi Re (Maumere).

EASE tidak sekadar menjadi program pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang. Selama hampir lima dekade, program ini telah berkembang menjadi keluarga besar lintas institusi dan negara yang mengusung misi perdamaian dunia. Hingga kini, EASE telah melahirkan lebih dari 1.000 alumni yang berkarya di berbagai bidang dan negara, sekaligus menjadi jejaring persahabatan yang terus memperkuat kolaborasi lintas budaya.

Adapun 15 mahasiswa UKSW yang mengikuti EASE 2026 berasal dari berbagai fakultas, yaitu Feyti Cheli Kodoatie dan Sharlen Gavriella Mait dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM); Jocelyn Tjiam Pamular Tjiamudjojo, Angelika Lovelyn Susanto, Agape Enggaringtyas Ananta, Varrelina Chrisanty Setiawan, dan Daniella Keiko Nugroho dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS); Matthew Mahatmaheswara Sudargo dan Christopher Dionisius Utomo dari Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK); Rafael Paulus Ardhito Sihaloho, I Made Rai Occulia Ebenezer Putra Hartawan, Jerry Setiawan, Dionysius Juan Chandra, dan Karenza Sharon Aribawana dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI); serta Kenneth Punuh dari Fakultas Teologi.

Program ini turut mendukung Asta Cita poin 4 tentang pengembangan sumber daya manusia dan poin 7 mengenai penguatan jejaring, kolaborasi, serta kontribusi bagi masyarakat. Selain itu, EASE 2026 juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, ke-9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, ke-16 yaitu Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta ke-17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

BACA JUGA :

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Alumni dan peneliti Universitas Kristen Satya Wacana mengembangkan Mikoologi atau Mikoo, kit budidaya jamur tiram sebagai sarana belajar dan bermain anak sekaligus produk komersial. Riset yang berlangsung Maret–Mei 2025 itu mematangkan media tanam agar jamur tumbuh cepat, konsisten, dan aman dikonsumsi, sehingga membantu orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai anak melalui aktivitas merawat tanaman.
Mahasiswa UKSW Riset Jamur Mikoologi, Berhasil Masuk ke Swalayan
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon