[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW, Kanaya Abigail, mengampanyekan 17 SDGs kepada siswa usia 6–18 tahun di tiga sekolah Slovakia melalui program Global Volunteer AIESEC. Ia menggunakan permainan dan diskusi interaktif untuk mengenalkan isu pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkenalkan batik, kebaya, kuliner, serta warisan budaya Indonesia kepada para siswa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bagi Kanaya Abigail, mengampanyekan Sustainable Development Goals (SDGs) di Slovakia bukan hanya tentang berbagi pengetahuan. Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang akrab disapa Abigail ini juga memanfaatkan program Global Volunteer AIESEC untuk memperkenalkan Indonesia melalui budaya, keberagaman, dan warisan bangsa kepada masyarakat setempat.

Selama mengikuti program, Abigail membawakan materi tentang 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kepada siswa berusia 6–18 tahun di tiga sekolah di Slovakia. Menggunakan metode pembelajaran partisipatif melalui permainan, simulasi, dan diskusi interaktif, ia menciptakan suasana belajar yang aktif sehingga para siswa terdorong untuk memahami isu-isu global, berpikir kritis, bekerja sama, dan menerapkan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di sela-sela pembelajaran, Abigail selalu mengawali kelas dengan memperkenalkan Indonesia. Ia membawa batik, kebaya, uang rupiah, hingga camilan khas Indonesia agar para siswa dapat mengenal budaya Indonesia secara langsung. Di salah satu sekolah yang tergabung dalam United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Schools Network, ia juga mengenalkan Sumbu Filosofi Yogyakarta, Candi Borobudur, Candi Prambanan, serta situs Warisan Dunia Indonesia lainnya.

“Saya selalu membawa presentasi tentang Indonesia, seperti budaya dan makanan. Saya juga membawa batik, kebaya, bahkan uang rupiah supaya mereka bisa melihat langsung,” ujarnya.

Menurut Abigail, batik menjadi budaya Indonesia yang paling menarik perhatian siswa di Slovakia. Mereka banyak bertanya tentang proses pembuatannya, jenis-jenis batik, hingga aroma khas kain batik yang berasal dari lerak. Selain itu, kekayaan alam Indonesia, seperti Gunung Merapi, komodo, binturong, dan dugong, juga membuat mereka antusias karena merupakan hal yang jarang mereka temui.

“Mereka sangat antusias dan menyukai budaya Indonesia. Batik menjadi salah satu yang paling menarik perhatian mereka,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuktikan bahwa ruang kelas dapat menjadi jembatan pertukaran budaya. Melalui pembelajaran SDGs, Abigail tidak hanya mengajak siswa memahami isu-isu global, tetapi juga menghadirkan Indonesia di tengah keberagaman budaya dunia.

Selain Outgoing Global Volunteer (oGV) yang diikuti Abigail, AIESEC di UKSW juga menghadirkan berbagai program pengembangan bagi mahasiswa, seperti Youth Today dan Join AIESEC untuk memperkenalkan peran pemuda sebagai agen perubahan, Impact Circle yang mengangkat isu-isu sosial dan Sustainable Development Goals (SDGs), serta AIESEC Future Leaders yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi. Beragam program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus memperluas wawasan di tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang