URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: “Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip”

Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: “Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip”

Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: “Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip”

Singgih, ayah Mozza menangis sambil memeluk putri keduanya saat ditemui di rumahnya, Jumat (9/7/2026). Foto: win
Singgih, ayah Mozza menangis sambil memeluk putri keduanya saat ditemui di rumahnya, Jumat (9/7/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tepat satu tahun sejak dilaporkan hilang, keberadaan Mozza Axillia Gunarsa (18), warga RT 04/RW 01 Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, masih belum diketahui. Keluarga berharap remaja yang hilang sejak 25 Juni 2025 itu segera kembali ke rumah.

Ayah Mozza, Singgih, mengatakan berbagai upaya pencarian telah dilakukan bersama keluarga dan kepolisian. Namun hingga kini belum ada petunjuk yang mengarah pada keberadaan putri sulungnya tersebut.

“Sudah banyak tempat yang kami datangi berdasarkan berbagai informasi, tetapi belum membuahkan hasil,” kata Singgih saat ditemui di rumahnya, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan poster orang hilang yang diterbitkan Polres Semarang pada 28 Juni 2025, Mozza terakhir kali meninggalkan rumah pada Rabu (25/6/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum pergi, ia sempat mengirim pesan WhatsApp kepada ayahnya berpamitan mengantar laptop milik temannya. Namun belakangan diketahui alasan tersebut tidak benar. Mozza pergi seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 hitam bernomor polisi H 5344 ALC tanpa membawa laptop seperti yang disebutkan dalam pesannya.

Keluarga mulai curiga setelah Mozza tidak kunjung pulang hingga malam hari. Ponselnya sempat aktif menjelang Magrib, namun setelah waktu Isya sudah tidak dapat dihubungi. Seorang teman Mozza juga sempat menerima pesan yang menyebut ia akan pergi ke Yogyakarta selama tiga hari. Namun keluarga menilai isi pesan tersebut janggal karena menggunakan sapaan yang tidak biasa dipakai Mozza.

“Di pesan itu, Mozza memanggil ibunya ‘Bu’ padahal kalau di rumah manggilnya mama,” terang Singgih.

Dalam proses pencarian, KTP dan SIM Mozza ditemukan oleh seorang tukang becak di kawasan Jalan Dr. Cipto, Kota Semarang, pada Juli 2025. Sementara telepon genggamnya ditemukan polisi di kawasan Kota Lama Semarang dalam kondisi telah berpindah tangan kepada orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus ini.

Singgih juga sempat menelusuri akun Instagram yang diketahui pernah berkomunikasi dengan Mozza. Dari percakapan tersebut diperoleh petunjuk bahwa Mozza diduga pernah mendatangi sebuah rumah kos di kawasan Tegalsari, Semarang.

“Namun setelah didatangi, pemilik kos bilangnya tidak ada penghuni dengan identitas itu,” lanjutnya.

Upaya pencarian juga dilakukan hingga ke Jombang, Jawa Timur, setelah nomor lama Mozza yang pernah digunakan pada 2023 terdeteksi aktif. Hasil penyelidikan menunjukkan nomor tersebut telah didaur ulang oleh operator dan digunakan orang lain. Selain itu, keluarga juga menindaklanjuti sejumlah informasi dari masyarakat, termasuk dugaan keberadaan Mozza di Indramayu dan Solo.

“Semua yang kami lakukan tidak membuahkan hasil,” kata Singgih sambil menatap langit-langit rumahnya.

Hilangnya Mozza berdampak besar bagi keluarga. Menurut Singgih, istrinya sempat mengalami syok, sementara adik Mozza mengalami penurunan prestasi belajar karena kehilangan sosok kakaknya.

Meski demikian, keluarga tetap berharap Mozza dapat segera pulang. Singgih mengungkapkan, sebelum dinyatakan hilang, putrinya sebenarnya telah diterima sebagai mahasiswa baru di Universitas Diponegoro, kampus yang sejak lama menjadi cita-citanya.

“Saya hanya berharap Mozza segera pulang. Keluarga masih menunggu dan berharap bisa berkumpul kembali,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved