KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor

Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor

Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor

Pulau jalan di Exit Tol Bawen dibongkar menjadi lebih landai agar pengendara motor lebih aman dan nyaman saat melintasi lajur kanalisasi, Selasa (14/7/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) melakukan penyempurnaan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen. Perubahan dilakukan dengan membongkar dan membentuk ulang pulau jalan agar lebih landai sehingga memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama dengan lebih aman.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, mengatakan kanalisasi khusus sepeda motor telah diberlakukan sejak H-10 Lebaran dan secara umum berjalan dengan baik. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah pengendara yang belum memanfaatkan jalur khusus tersebut.

“Alhamdulillah, kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen sudah berjalan sejak H-10 Lebaran. Sebagian besar pengendara sudah memanfaatkan lajur khusus meskipun masih ada beberapa yang belum mematuhinya,” kata Djoko saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat kendala pada desain pulau jalan di titik pertemuan arus kendaraan dari arah Bawen menuju Salatiga. Bentuk pulau jalan yang sebelumnya relatif tegak lurus dengan lajur kanalisasi sepeda motor membuat pengendara harus melakukan manuver lebih tajam saat bergabung ke jalur utama. Karena itu, sejak Jumat lalu, PT Jasamarga Jogja Bawen melakukan perubahan konstruksi dengan membentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Pekerjaan tersebut dilakukan setelah melalui koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pemilik aset Variable Message Sign (VMS) yang berada di lokasi.

“Pulau jalannya tidak dihilangkan, hanya diubah bentuknya. Kalau sebelumnya menyudut hampir 90 derajat, sekarang dibuat lebih landai agar pengendara sepeda motor lebih mudah dan aman saat kembali ke lajur utama,” jelasnya.

Djoko menyebut perubahan dilakukan dengan tetap menyesuaikan keberadaan tiang VMS milik TMJ sehingga desain pulau jalan tidak bisa dibongkar seluruhnya. Pulau jalan yang dimodifikasi memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar sekitar 3 meter berbentuk segitiga.

“Harapan kami, penyempurnaan tersebut dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas, khususnya bagi pengguna sepeda motor yang melintas di kawasan Exit Tol Bawen,” lanjutnya.

Setelah pekerjaan konstruksi selesai, Dishub Kabupaten Semarang akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan jalur khusus sepeda motor agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]