URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

Penyerahan SK Kepengurusan DPC PPP Kabupaten Semarang periode 2026-2031, Rabu (15/7/2026). Foto: IST/PPP Kab. Semarang
Penyerahan SK Kepengurusan DPC PPP Kabupaten Semarang periode 2026-2031, Rabu (15/7/2026). Foto: IST/PPP Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memberi perhatian khusus pada kalangan muda dan pemilih pemula. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan konsolidasi kepengurusan baru DPC PPP Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2031 yang baru saja menerima surat keputusan (SK) dari DPP.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin mengatakan, komposisi pimpinan inti partai tetap dipertahankan. Nurul Huda kembali menjabat sebagai ketua, sedangkan posisi bendahara tetap diemban oleh Fauzum Mahmudah. Menurutnya, rapat perdana pengurus digelar sebagai ajang ta’aruf sekaligus konsolidasi seluruh unsur kepengurusan, mulai dari pengurus harian hingga tiga majelis di tubuh PPP, yakni Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Pakar.

“Selain memperkenalkan kepengurusan baru, rapat juga membahas agenda konsolidasi organisasi sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Cabang (Muscab). Dalam waktu tiga bulan setelah Muscab, PPP akan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang, kemudian dilanjutkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa,” katanya di Ungaran, Kamis (16/7/2026).

Zaenudin menegaskan, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. PPP tidak ingin kegagalan lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2024 kembali terulang.

“Di daerah-daerah suara PPP sebenarnya masih sangat bagus. Tetapi di tingkat pusat kami masih kurang sekitar 0,2 persen sehingga tidak lolos ke parlemen. Karena itu kami menargetkan PPP kembali lolos pada Pemilu 2029,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, PPP akan melakukan penataan organisasi dari tingkat wilayah hingga kecamatan, termasuk melakukan peremajaan kepengurusan dengan melibatkan lebih banyak kader muda.

Menurut Zaenudin, generasi milenial dan pemilih pemula menjadi segmen penting yang akan dibidik pada Pemilu 2029. PPP berencana menggelar berbagai kegiatan pendidikan politik yang melibatkan kader-kader muda agar mampu menarik simpati generasi baru pemilih.

“Ke depan kami akan lebih mengutamakan menggandeng generasi milenial dan menyasar pemilih pemula. Pendidikan politik juga akan lebih banyak melibatkan kader-kader muda,” katanya.

Ia menambahkan, PPP Kabupaten Semarang memiliki sejumlah organisasi sayap yang menjadi wadah pembinaan generasi muda, seperti Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Gerakan Muslim Indonesia Raya (GMPI), Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), hingga organisasi lokal Labana.

“Potensi kader muda tersebut akan dioptimalkan sebagai kekuatan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang sekaligus memperkuat basis dukungan PPP di Kabupaten Semarang maupun secara nasional,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved