KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Musancab Serentak, PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Mulai Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029

Musancab Serentak, PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Mulai Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029

Musancab Serentak, PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Mulai Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Semarang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak untuk 19 kecamatan di Ball Room Hotel Wahid Bandungan, Minggu (24/5/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Semarang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak untuk 19 kecamatan di Ball Room Hotel Wahid Bandungan, Minggu (24/5/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal partai dalam menyiapkan kekuatan menghadapi Pemilu 2029. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pimpinan partai politik di Kabupaten Semarang yang memiliki kursi di DPRD.

Dalam Musancab tersebut, PDI Perjuangan mulai menata ulang struktur kepengurusan di tingkat kecamatan karena masa bakti pengurus sebelumnya telah berakhir.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, pelaksanaan Musancab merupakan tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah. Menurutnya, proses penentuan Ketua PAC dilakukan melalui mekanisme penjaringan dan penyaringan sebelum diajukan ke DPD untuk mendapatkan rekomendasi.

“Kita melakukan penataan kembali pengurus anak cabang. Untuk ketua PAC, hasil penjaringan dan penyaringan nantinya diserahkan ke DPD. Rekomendasi sepenuhnya menjadi kewenangan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam penyusunan kepengurusan baru, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang juga menekankan pentingnya keterwakilan perempuan dan kader muda. Sedikitnya 30 persen komposisi pengurus wajib diisi perempuan, sementara kader milenial juga harus dilibatkan dalam struktur partai.

“Kalau jumlah pengurus 11 orang, minimal empat di antaranya perempuan. Selain itu, kader muda atau milenial wajib masuk dalam kepengurusan,” tambahnya.

Ngesti menilai langkah tersebut penting untuk menjaga regenerasi partai sekaligus memperluas jangkauan kepada pemilih muda menjelang kontestasi politik mendatang.

Terkait potensi dinamika dalam pemilihan ketua PAC di tingkat kecamatan, ia memastikan kondisi internal partai di Kabupaten Semarang hingga kini tetap kondusif.

“Alhamdulillah Kabupaten Semarang tetap ayem dan kondusif. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala. Ini bagian dari konsolidasi menghadapi Pemilu 2029,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]