Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut laut dan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Semarang–Demak pada Sabtu, 18 Juli 2026. Berdasarkan prakiraan tersebut, puncak pasang laut diperkirakan terjadi pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter.
Kondisi cuaca di Perairan Semarang–Demak pada Sabtu didominasi cerah sejak pagi hingga malam hari. Suhu udara berkisar 26–31 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif antara 58–80 persen.
Kecepatan angin berada pada kisaran 6–11 knot dengan hembusan maksimum (gust) mencapai 20 knot. Gelombang laut diprakirakan relatif rendah, yakni 0,5–1,25 meter, sehingga secara umum kondisi perairan masih mendukung aktivitas pelayaran lokal maupun nelayan dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.
Suhu permukaan laut berada di kisaran 29 derajat Celsius. Arus laut bergerak dominan ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan sekitar 0,68–0,93 knot pada 19 Juli, sedangkan pada 20 Juli diprakirakan mengarah ke selatan (S) dengan kecepatan 0,69–0,83 knot.
Grafik pasang surut BMKG menunjukkan tinggi muka air laut mulai berada di 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB. Permukaan laut kemudian meningkat secara bertahap menjadi 0,4 meter pada pukul 02.00–03.00 WIB, 0,5 meter pukul 04.00 WIB, 0,6 meter pukul 05.00 WIB, dan terus naik hingga 0,9 meter pada pukul 08.00–10.00 WIB.
Puncak pasang laut terjadi pada pukul 11.00 dan 12.00 WIB, ketika tinggi muka air mencapai 1 meter, atau sekitar 0,4 meter di atas Mean Sea Level (MSL) yang berada pada 0,6 meter.
Setelah itu, muka air laut berangsur turun menjadi 0,9 meter pada pukul 13.00–14.00 WIB, 0,8 meter pukul 15.00 WIB, 0,7 meter pukul 16.00 WIB, lalu terus menurun hingga mencapai 0,3 meter mulai pukul 20.00 WIB dan bertahan sampai akhir hari.
Dengan pola pasang tersebut, wilayah pesisir Semarang, kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, tambak, permukiman pesisir, dan dataran rendah di sepanjang pantai utara Jawa Tengah berpotensi mengalami peningkatan tinggi muka air laut pada siang hari. Kondisi ini dapat memicu genangan rob di lokasi yang selama ini rentan apabila bertepatan dengan faktor pendukung lain seperti angin laut dan drainase yang kurang optimal.
BMKG memprakirakan cuaca perairan tetap didominasi kondisi cerah pada Sabtu. Memasuki 19–20 Juli 2026, cuaca berpotensi berubah menjadi hujan ringan di sebagian wilayah perairan.
Gelombang tetap berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah. Angin berkisar 4–10 knot dengan hembusan maksimum 17–19 knot, sementara arus laut bergerak dengan kecepatan kurang dari 1 knot. Kondisi tersebut masih tergolong kondusif bagi aktivitas pelayaran skala kecil, perikanan, maupun operasional pelabuhan, meski pengguna jasa laut tetap perlu mencermati pembaruan informasi cuaca.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang Sabtu, 18 Juli 2026 pic.twitter.com/47BZ4GDKOY
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) July 17, 2026



