KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026

Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026

Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026

Warga tumpah ruah saksikan jolenan di depan balai desa Kemetul (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Ribuan orang memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Selama acara berlangsung tidak sedikit yang memperebutkan hasil bumi yang diarak dan dikreasikan dalam bentuk gunungan. Masyarakat Desa Kemetul menggelar ritual tradisi mengarak hasil bumi keliling desa setempat, pada Sabtu (18.7.2026).

Tradisi turun-temurun yang digelar setiap tahun itu mereka sebut “Jolenan”. Hasil bumi seperti padi, sayuran dan buah-buahan diarak, setelah melewati penjurian, gunungan hasil bumi langsung diserbu warga dan diperebutkan. “Sayuran banyak juga buah-buahan, saya ikut berebut karena gratis dan lumayan untuk dibawa pulang,” kata Samsuri warga Susukan.

Sementara itu Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo mengatakan, merti desa laksanakan tiap tahun, yaitu selamatan bumi seisinya yang diikuti oleh seluruh warga Desa Kemetul dari 4 dusun yang terdiri dari 19 RT. Setiap RT menampilakn beerbagai kreasi seni maunpun budayta, namun yang utama harus mengarak gunungan hasil bumi. Tradisi nini dilakukan setiap tahun saat uasai panen raya di musim kemarau.

“Tradisi sudah berjalan turun temurun. Adapun tema merti desa tahun ini adalah Ketahanan Pangan. Sebagai manusia jangan lupa terhadap sang pencipta, Allah SWT yang telah memberikan nikmat selama 1 tahun ini dan pada hari ini adalah wujud rasa syukur dari seluruh warga masyarakat,” jelasnya.

Agus menambahkan, merti desa digelar setiap tahun setelah panen raya musim kemarau atau musim kretek yang kebetulan pada tahun ini mendapatkan hasil panen yang sangat melimpah.

“Karena di Desa Kemetul kita mempunyai petani-petani milenial dan kami mempunyai area dan alhamdulillah kemarin kita bisa mencapai target 9 ton per hektar,” ujarnya.

Adapun tema Ketahanan Pangan yang diusung menurut Agus adalah pemerintah desa tetap mendukung program pemerintah, baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, yang mana negara yang kuat di dasari oleh ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

“Jolenan ini berasal dari bahasa Jawa “aja kelalen”. Artinya masyarakat di sini jangan lupa untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen berlimpah. Salah satu bentuk syukur itu dilakukan karnaval mengarak hasil bumi,” katanya. Menurut Agus Sudibyo, dengan kegiatan ini diharapkan bisa memupuk persatuan dan kerukunan warga.

Selain itu sebagai wahana uri-uri budaya Jawa yang adiluhung agar tidak punah ditelan zaman. DPRD Kabupaten Semarang Muzayinyul Arif menyambut positif apa yang dilakukan warga Desa Kemetul dalam nguri-uri budaya Jawa ini. Ia berpendapat, kemajuan suatu negara bisa dilihat jika negara itu bisa melestarikan adat istiadatnya.

“Ini bisa dikemas menjadi potensi wisata. Ke depan, perlu diupayakan agar agenda seperti ini yang menjaga kearifan lokal ini bisa menjadi daya tarik wisata dari daerah lain. Saya berharap kegiatan ini bisa dikemas dengan baik ke depannya,” katanya

Kades Kemetul Agus Sudibyo saat diwawancara

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Empat Calon Bertarung dalam Pilkades Bener, Beni Tekankan Pemilihan Damai Tanpa Gesekan
Empat Calon Bertarung dalam Pilkades Bener, Beni Tekankan Pemilihan Damai Tanpa Gesekan
[pekok2]