URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026

Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026

Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026

Warga tumpah ruah saksikan jolenan di depan balai desa Kemetul (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Ribuan orang memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Selama acara berlangsung tidak sedikit yang memperebutkan hasil bumi yang diarak dan dikreasikan dalam bentuk gunungan. Masyarakat Desa Kemetul menggelar ritual tradisi mengarak hasil bumi keliling desa setempat, pada Sabtu (18.7.2026).

Tradisi turun-temurun yang digelar setiap tahun itu mereka sebut “Jolenan”. Hasil bumi seperti padi, sayuran dan buah-buahan diarak, setelah melewati penjurian, gunungan hasil bumi langsung diserbu warga dan diperebutkan. “Sayuran banyak juga buah-buahan, saya ikut berebut karena gratis dan lumayan untuk dibawa pulang,” kata Samsuri warga Susukan.

Sementara itu Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo mengatakan, merti desa laksanakan tiap tahun, yaitu selamatan bumi seisinya yang diikuti oleh seluruh warga Desa Kemetul dari 4 dusun yang terdiri dari 19 RT. Setiap RT menampilakn beerbagai kreasi seni maunpun budayta, namun yang utama harus mengarak gunungan hasil bumi. Tradisi nini dilakukan setiap tahun saat uasai panen raya di musim kemarau.

“Tradisi sudah berjalan turun temurun. Adapun tema merti desa tahun ini adalah Ketahanan Pangan. Sebagai manusia jangan lupa terhadap sang pencipta, Allah SWT yang telah memberikan nikmat selama 1 tahun ini dan pada hari ini adalah wujud rasa syukur dari seluruh warga masyarakat,” jelasnya.

Agus menambahkan, merti desa digelar setiap tahun setelah panen raya musim kemarau atau musim kretek yang kebetulan pada tahun ini mendapatkan hasil panen yang sangat melimpah.

“Karena di Desa Kemetul kita mempunyai petani-petani milenial dan kami mempunyai area dan alhamdulillah kemarin kita bisa mencapai target 9 ton per hektar,” ujarnya.

Adapun tema Ketahanan Pangan yang diusung menurut Agus adalah pemerintah desa tetap mendukung program pemerintah, baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, yang mana negara yang kuat di dasari oleh ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

“Jolenan ini berasal dari bahasa Jawa “aja kelalen”. Artinya masyarakat di sini jangan lupa untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen berlimpah. Salah satu bentuk syukur itu dilakukan karnaval mengarak hasil bumi,” katanya. Menurut Agus Sudibyo, dengan kegiatan ini diharapkan bisa memupuk persatuan dan kerukunan warga.

Selain itu sebagai wahana uri-uri budaya Jawa yang adiluhung agar tidak punah ditelan zaman. DPRD Kabupaten Semarang Muzayinyul Arif menyambut positif apa yang dilakukan warga Desa Kemetul dalam nguri-uri budaya Jawa ini. Ia berpendapat, kemajuan suatu negara bisa dilihat jika negara itu bisa melestarikan adat istiadatnya.

“Ini bisa dikemas menjadi potensi wisata. Ke depan, perlu diupayakan agar agenda seperti ini yang menjaga kearifan lokal ini bisa menjadi daya tarik wisata dari daerah lain. Saya berharap kegiatan ini bisa dikemas dengan baik ke depannya,” katanya

Kades Kemetul Agus Sudibyo saat diwawancara

BACA JUGA :

Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar