URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Organisasi kemanusiaan Sugihan Peduli menyalurkan 12.000 liter air bersih menggunakan delapan armada tangki kepada warga Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Selasa (4/8/2026). Bantuan diberikan sebagai respons atas krisis air bersih akibat musim kemarau yang menurunkan debit sumur dan mata air, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga distribusi berlangsung sampai malam hari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ringankan Beban Warga saat Kemarau, Sugihan Peduli Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Dusun Jagir

Ringankan Beban Warga saat Kemarau, Sugihan Peduli Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Dusun Jagir

Ringankan Beban Warga saat Kemarau, Sugihan Peduli Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Dusun Jagir

Aksi mulia Sugihan Peduli saat distribusi air
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Musim kemarau yang melanda kawasan Kabupaten Semarang dan sekitarnya mulai memicu kelangkaan sumber air bersih di beberapa titik. Merespons kondisi darurat tersebut, organisasi kemanusiaan Sugihan Peduli menggelar aksi tanggap darurat dengan mendistribusikan belasan ribu liter air bersih secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, pada Selasa (4/8/2026).

Langkah nyata ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial guna meringankan beban warga yang telah mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih selama beberapa pekan terakhir akibat menurunnya debit sumur dan mata air warga.

Dalam aksi kemanusiaan ini, Sugihan Peduli menerjunkan 8 armada tangki air yang mengangkut total 12.000 liter air bersih siap pakai. Sejak armada pertama tiba di Dusun Jagir pada siang hari, warga menyambut kedatangan tim penyalur dengan raut wajah gembira dan antusiasme yang luar biasa.

Warga berbondong-bondong membawa berbagai wadah penampungan air, mulai dari ember, jeriken, hingga drum besar. Melihat besarnya kebutuhan masyarakat serta tingginya semangat warga dan relawan di lapangan, proses distribusi air bersih diputuskan untuk terus berlanjut tanpa henti hingga malam hari demi memastikan seluruh warga yang mengantre mendapatkan bagian.

Ketua Pelaksana Aksi Sugihan Peduli, Iswahyudi, menegaskan bahwa aksi sosial ini didasari atas nilai solidaritas, semangat gotong royong, dan rasa kepedulian antarsesama manusia di tengah ujian bencana musiman.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata kita terhadap sesama di saat musim kemarau saat ini. Kami melihat langsung bagaimana warga harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan pokok harian. Oleh karena itu, kami bergerak cepat menerjunkan 8 armada ini. Walaupun proses distribusi berlangsung hingga malam hari, semangat tim dan rasa gembira warga membuat lelah kami hilang. Prinsip kami sederhana: saling membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita,” tegas Iswahyudi di sela-sela penyaluran air pada Selasa malam.

Aksi sosial ini juga menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi swadaya dan rasa empati dapat menjadi solusi cepat di saat masyarakat sedang mengalami masa-masa sulit akibat cuaca ekstrem.

Melihat dinamika cuaca kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung, Sugihan Peduli menyatakan komitmennya untuk terus memantau titik-titik wilayah lain di sekitar Kecamatan Suruh dan sekitarnya yang terancam kekeringan. Organisasi siap menyalurkan bantuan gelombang berikutnya untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat terdampak dapat terus terpenuhi.

Kehadiran bantuan armada air bersih dari Sugihan Peduli membawa angin segar dan rasa haru bagi warga Dusun Jagir, Kedungringin. Salah satu perwakilan warga menyampaikan rasa terima kasihnya karena pasokan air ini sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga seperti memasak, minum, dan sanitasi harian yang sempat terganggu.

Aksi tanggap cepat dan kepedulian dari Sugihan Peduli ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi mendalam dari pemerintah setempat. Kepala Dusun Jagir, Nur Amin, secara langsung menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya atas aksi sosial yang dinilai sangat membantu warganya tersebut.

“Kami atas nama warga dan pemerintah Dusun Jagir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sugihan Peduli. Pasokan air bersih ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi kemarau yang sulit ini. Kami sangat mendukung penuh kegiatan positif seperti ini karena dampaknya terasa langsung oleh masyarakat. Semoga kebaikan dan semangat gotong royong dari relawan Sugihan Peduli menjadi berkah dan inspirasi bagi yang lainnya,” ungkap Nur Amin

BACA JUGA :

Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved