URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Kabupaten Semarang, melepas 341 lulusan Madrasah Aliyah pada Sabtu (6/6/2026). Mayoritas santri meraih predikat mumtaz dan puluhan di antaranya menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Dari sekitar 1.600 pendaftar tahun ajaran baru, pesantren hanya menerima sekitar 550 calon santri sebagai upaya menjaga kualitas pendidikan akademik dan keislaman.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Mendaftar, Hanya Sepertiga Diterima: Al Irsyad Tengaran Komit Cetak Santri Berprestasi

Ribuan Mendaftar, Hanya Sepertiga Diterima: Al Irsyad Tengaran Komit Cetak Santri Berprestasi

Ribuan Mendaftar, Hanya Sepertiga Diterima: Al Irsyad Tengaran Komit Cetak Santri Berprestasi

lulusan santri Al Irsyad berprestasi berfoto bersama. (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren, Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran kembali menunjukkan kualitas lulusannya. Dari sekitar 1.600 pendaftar pada tahun ajaran baru ini, hanya sekitar 550 calon santri yang diterima atau sekitar sepertiga dari total pendaftar.

Pada Sabtu (6/6/2026), pesantren yang berdiri sejak 1987 tersebut melepas 341 lulusan Madrasah Aliyah (MA), terdiri atas 271 santri putra dan 70 santri putri. Mayoritas lulusan berhasil meraih predikat mumtaz atau sangat memuaskan.
Kepada rasikafm.com,
Kepala Bagian Humas dan Kesekretariatan Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Arifin Siregar, mengatakan capaian lulusan tahun ini menunjukkan hasil dari proses pendidikan yang menggabungkan penguatan akademik dan pembinaan keislaman.

“Dari 271 lulusan putra, sebanyak 235 santri atau 86,72 persen memperoleh predikat mumtaz. Sedangkan dari 70 lulusan putri, sebanyak 56 santri atau 80 persen juga meraih predikat yang sama,” kata Arifin.

Tak hanya unggul dalam akademik, para lulusan juga mencatatkan prestasi dalam bidang tahfiz Al-Qur’an. Sebanyak 81 santri putra atau 29,88 persen dan 27 santri putri atau 38,57 persen berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz.

Lulusan terbaik putra diraih Habibi Musyaffa dengan nilai rata-rata 98,5. Selain menuntaskan hafalan 30 juz, ia juga berhasil memperoleh tiga sanad jamak qira’at dengan total tujuh riwayat Al-Qur’an yang bersambung hingga Rasulullah SAW.

Sementara itu, lulusan terbaik putri diraih Mufida Zafira Alisha dengan nilai rata-rata 98,8. Selain hafal 30 juz dan memperoleh sanad Al-Qur’an yang bersambung hingga Rasulullah SAW, ia juga telah diterima di Program Studi Syariah LIPIA Jakarta.

Arifin menjelaskan, para santri Al Irsyad Tengaran berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.

“Alumni kami melanjutkan pendidikan ke Arab Saudi, Mesir, serta sejumlah perguruan tinggi unggulan di Indonesia seperti UI, ITB, IPB, UGM, ITS, Undip, dan Universitas Brawijaya,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPP PIA Tengaran, Ust Toriq Abdat, menyebut pelepasan tahun ini merupakan angkatan ke-35 untuk santri putra dan angkatan ke-8 untuk santri putri.

“Alhamdulillah, hari ini kami melepas santri putra angkatan ke-35 dan santriwati angkatan ke-8. Pesantren ini mulai dibangun pada 1987 dan kegiatan pendidikannya dimulai pada 1988,” kata Toriq.

Menurutnya, perkembangan pesantren berlangsung secara bertahap hingga kini memiliki ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah dan negara.

“Untuk yang melanjutkan ke Timur Tengah, saat ini cukup banyak yang diterima di Madinah. Selain itu ada juga yang kuliah di Mesir dan berbagai perguruan tinggi lainnya, baik di luar negeri maupun di Indonesia,” ujarnya.

Toriq menambahkan, dibukanya program peminatan IPA dalam beberapa tahun terakhir turut memperluas peluang lulusan untuk diterima di perguruan tinggi umum.

“Beberapa tahun terakhir kami membuka jenjang IPA. Alhamdulillah, banyak alumni yang diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta unggulan karena pilihan studinya menjadi lebih beragam,” jelasnya.

Hingga tahun ini, Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran telah meluluskan sekitar 5.057 alumni. Dengan santri yang datang dari berbagai penjuru Nusantara dan capaian akademik yang terus meningkat, pesantren tersebut terus memperkuat perannya dalam mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

– Ust Toriq Abdat berikan keterangan media
– Humas Al Irsyad Tengaran, Arifin Siregar
– Suasana wisuda

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang kembali mempertegas larangan penjualan dan pengadaan seragam oleh satuan pendidikan setelah polemik dugaan pungutan seragam di SMP Negeri 2 Ungaran. Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro, Jumat (26/6/2026), meminta seluruh kepala sekolah mematuhi Pasal 181 PP Nomor 17 Tahun 2010, mengembalikan mekanisme pengadaan kepada komite sekolah bersama wali murid, serta memastikan sekolah tidak melakukan pungutan maupun pengadaan seragam.
Sekda Kabupaten Semarang Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam, Pengadaan Dikembalikan ke Komite
SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang bersama Disdikbudpora meluncurkan program Penyuluh Masuk Sekolah dan Sekolah Pangan Lestari untuk meningkatkan literasi pertanian pelajar serta menarik minat generasi muda menjadi petani. Program yang disiapkan mulai tahun ajaran baru ini hadir sebagai respons atas menurunnya jumlah petani dan dominasi petani berusia di atas 45 tahun yang berpotensi mengancam regenerasi sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging