SUKOHARJO – Harapan ribuan anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas semakin dekat menjadi kenyataan. Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berlokasi di Kabupaten Sukoharjo dipastikan siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kapasitas mencapai 1.080 siswa.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan Sekolah Rakyat Sukoharjo menjadi yang paling siap di antara sejumlah sekolah rakyat permanen yang tengah dibangun di Jawa Tengah. Sementara itu, beberapa lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.
“Kita menargetkan pada 14 Juli 2026 kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Karena waktu sudah sangat dekat, proses penerimaan peserta didik dan seluruh persiapan harus segera diselesaikan,” kata Sumarno saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau Sekolah Rakyat Sukoharjo, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, hingga kini Jawa Tengah telah memiliki 16 Sekolah Rakyat, baik yang masih berstatus rintisan maupun permanen. Pemerintah berharap seluruh sekolah rintisan nantinya dapat berkembang menjadi sekolah permanen agar semakin banyak anak yang memperoleh akses pendidikan yang layak.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo mulai beroperasi tahun ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.
“Perawatannya harus betul-betul disinergikan antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah karena tanah ini merupakan aset pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan, proses pembelajaran di Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum multi entry dan multi exit yang disusun bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi peserta didik dengan berbagai latar belakang sehingga dapat masuk sekolah tanpa terkendala waktu maupun jenjang pendidikan sebelumnya.
“Kalau nanti ada anak usia SD yang baru menyusul masuk sekolah, tidak ada masalah. Sistemnya memang dibuat lebih fleksibel,” katanya.
Selain kurikulum yang adaptif, tenaga pendidik juga diprioritaskan berasal dari daerah tempat sekolah berdiri. Untuk Sekolah Rakyat Sukoharjo, guru-guru akan direkrut dari wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Fasilitas penunjang juga disiapkan secara lengkap. Selain ruang belajar dan asrama siswa, tersedia rumah dinas guru, asrama kepala sekolah, guest house untuk orang tua yang berkunjung, gedung serbaguna, rumah ibadah, kantin, dapur umum, hingga berbagai sarana olahraga.
Sekolah Rakyat Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 52.205 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 29.693 meter persegi. Kompleks pendidikan ini dilengkapi lapangan basket, lapangan mini soccer, rumah susun guru, masjid, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Saat beroperasi penuh, sekolah tersebut mampu menampung 1.080 siswa dalam 30 rombongan belajar, terdiri atas 540 siswa jenjang SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.









