URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa

Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa

Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa

Sekolah Rakyat Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 52.205 meter persegi
featured-img

SUKOHARJO – Harapan ribuan anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas semakin dekat menjadi kenyataan. Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berlokasi di Kabupaten Sukoharjo dipastikan siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kapasitas mencapai 1.080 siswa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan Sekolah Rakyat Sukoharjo menjadi yang paling siap di antara sejumlah sekolah rakyat permanen yang tengah dibangun di Jawa Tengah. Sementara itu, beberapa lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.

“Kita menargetkan pada 14 Juli 2026 kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Karena waktu sudah sangat dekat, proses penerimaan peserta didik dan seluruh persiapan harus segera diselesaikan,” kata Sumarno saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau Sekolah Rakyat Sukoharjo, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, hingga kini Jawa Tengah telah memiliki 16 Sekolah Rakyat, baik yang masih berstatus rintisan maupun permanen. Pemerintah berharap seluruh sekolah rintisan nantinya dapat berkembang menjadi sekolah permanen agar semakin banyak anak yang memperoleh akses pendidikan yang layak.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo mulai beroperasi tahun ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.

“Perawatannya harus betul-betul disinergikan antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah karena tanah ini merupakan aset pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan, proses pembelajaran di Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum multi entry dan multi exit yang disusun bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi peserta didik dengan berbagai latar belakang sehingga dapat masuk sekolah tanpa terkendala waktu maupun jenjang pendidikan sebelumnya.

“Kalau nanti ada anak usia SD yang baru menyusul masuk sekolah, tidak ada masalah. Sistemnya memang dibuat lebih fleksibel,” katanya.

Selain kurikulum yang adaptif, tenaga pendidik juga diprioritaskan berasal dari daerah tempat sekolah berdiri. Untuk Sekolah Rakyat Sukoharjo, guru-guru akan direkrut dari wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Fasilitas penunjang juga disiapkan secara lengkap. Selain ruang belajar dan asrama siswa, tersedia rumah dinas guru, asrama kepala sekolah, guest house untuk orang tua yang berkunjung, gedung serbaguna, rumah ibadah, kantin, dapur umum, hingga berbagai sarana olahraga.

Sekolah Rakyat Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 52.205 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 29.693 meter persegi. Kompleks pendidikan ini dilengkapi lapangan basket, lapangan mini soccer, rumah susun guru, masjid, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Saat beroperasi penuh, sekolah tersebut mampu menampung 1.080 siswa dalam 30 rombongan belajar, terdiri atas 540 siswa jenjang SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

BACA JUGA :

SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti rute 5K Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026), sambil mendorong kursi roda putranya. Ajang yang diikuti sekitar 4.000 pelari ini digelar Bank Indonesia Jawa Tengah untuk mengedukasi cinta rupiah, menggerakkan UMKM, memperkuat sport tourism, serta menyalurkan sekitar Rp600 juta dana pendaftaran kepada 10 desa.
Sambil Dorong Kursi Roda Sang Anak, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029