RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ada yang beda saat gelaran Wisuda ke-12 yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (24–25/7/2026) di UIN Salatiga, karena pada kesempatan itu, Universitas Islam Negeri Salatiga membuktikan hadirnya kesetaraan akses pendidikan tinggi Islam yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pada kesempatan itu, ada dua mahasiswa difabel (tunadaksa dan tunanetra) yang sukses meraih gelar sarjana.
Hal tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI yang mengusung keberlanjutan Pendidikan Islam Inklusif, khususnya sejak masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Kehadiran lulusan difabel tersebut menjadi bukti bahwa UIN Salatiga tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga siap menjadi ruang tumbuh yang ramah dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menegaskan bahwa kelulusan kedua mahasiswa difabel itu merupakan wujud konkret dari komitmen kampus dalam menyediakan fasilitas dan ekosistem pembelajaran yang aksesibel bagi semua.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Kelulusan kawan-kawan difabel hari ini membuktikan bahwa UIN Salatiga menaruh perhatian penuh pada layanan pendidikan yang inklusif. Kami juga memastikan agar mereka bisa berkembang, berprestasi dan siap memberi dampak nyata di masyarakat,” ujarnya di sela-sela prosesi wisuda.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa keberhasilan itu selaras dengan arah kebijakan Kemenag dalam mengelola perguruan tinggi, yakni mewujudkan lembaga pendidikan tinggi yang humanis, bermartabat, dan berdaya saing. Integrasi Asta Protas Kemenag dalam tata kelola kampus memastikan hadirnya layanan yang ramah disabilitas, pendampingan sebaya (peer tutoring), hingga penyediaan materi belajar yang memadai.
Kelulusan mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 UIN Salatiga tersebut mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa pendidikan Islam di Indonesia terus bertransformasi menjadi kekuatan inklusif yang memanusiakan manusia, membongkar stigma keterbatasan, serta mencetak SDM unggul yang berkontribusi langsung bagi kemajuan masyarakat.
Ketua Panitia Wisuda, Prof. Miftahuddin, dalam laporannya menyebutkan bahwa pada wisuda ke-12 tersebut ada 55 wisudawan lulus dari program pascasarjana, dan 1244 wisudawan lulus dari program sarjana strata satu.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan mengatakan UIN Salatiga telah mewisuda sebanyak 29.701 mahasiswa yang tersebar di berbagai tempat, “Sejak masih berstatus sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga hingga hari ini, sudah ada sebanyak 29.701 orang yang lulus dari UIN Salatiga.” Ujarnya









