KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Terminal Tingkir Salatiga jadi Panggung Bahagia Lansia, Rayakan Umur Panjang dapat Bantuan Rp108 Juta

Terminal Tingkir Salatiga jadi Panggung Bahagia Lansia, Rayakan Umur Panjang dapat Bantuan Rp108 Juta

Terminal Tingkir Salatiga jadi Panggung Bahagia Lansia, Rayakan Umur Panjang dapat Bantuan Rp108 Juta

Ratusan lansia Salatiga saat di terminal Tingkir dalam acara Hari Lanjut Usia Nasional

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Terminal biasanya identik dengan hiruk-pikuk penumpang dan lalu lalang kendaraan. Namun suasana berbeda terlihat di Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Rabu (3/6/2026). Ratusan lansia memenuhi area terminal untuk merayakan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 dalam suasana meriah dan penuh kehangatan.

Sebanyak 350 lansia hadir dalam kegiatan yang digelar Dinas Sosial Kota Salatiga. Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Salatiga, Ketua TP PKK Kota Salatiga, jajaran Forkopimda, serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Di hadapan para peserta, Wali Kota Salatiga mengungkapkan capaian membanggakan. Kota Salatiga tercatat sebagai daerah dengan angka harapan hidup tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 78,75 tahun.

Pencapaian tersebut menjadi gambaran meningkatnya kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia yang terus mendapat perhatian dari pemerintah.

Kepala Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Chandra Yanuar, mengatakan pihaknya menyambut baik kepercayaan yang diberikan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan HLUN 2026.

“Terminal bukan hanya tempat perpindahan orang, tetapi juga bisa menjadi ruang sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami senang dapat mendukung kegiatan yang memberikan penghormatan kepada para lansia,” kata Vicky.

Dalam kesempatan itu, Sentra Antasena Kementerian Sosial turut menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial berupa Bantuan Pemenuhan Hidup Layak senilai Rp108 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada 21 lansia dan 24 penyandang disabilitas.

Selain penyaluran bantuan, berbagai layanan kesehatan gratis juga disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, hingga edukasi kesehatan. Para peserta juga dihibur dengan penampilan Lansia Band dan kelompok Line Dance The Sisters.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya pameran karya kreatif lansia yang dipajang di sejumlah stan. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa usia senja tidak menghalangi seseorang untuk tetap produktif dan berkarya.

Acara berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan ramah tamah serta bernyanyi bersama. Bagi ratusan lansia yang hadir, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk merayakan kesehatan, kebersamaan, dan semangat menjalani masa tua dengan bahagia.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]