KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pabrik yang Berdekatan dengan Rumah Sakit di Mranggen Terbakar, Pasien Langsung Dievakuasi

Pabrik yang Berdekatan dengan Rumah Sakit di Mranggen Terbakar, Pasien Langsung Dievakuasi

Pabrik yang Berdekatan dengan Rumah Sakit di Mranggen Terbakar, Pasien Langsung Dievakuasi

Kebakaran pabrik pengolahan pupuk yang berada di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak terbakar pada Kamis (21/7/2022).

SEMARANG – Pabrik pengolahan pupuk yang berada di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak terbakar pada Kamis (21/7/2022) sekira pukul 17.30 WIB. Lokasi kebakaran ini ternyata berdekatan dengan Rumah Sakit Pelita Anugerah.

Karena api berpotensi merambat ke rumah sakit, para pasien ataupun perawat yang bekerja disana langsung dievakuasi keluar gedung. “Sudah kami evakuasi. Tadi cukup panik,” ujar Eka Jayanti salah seorang perawat di lokasi.

Ia mengatakan banyak pasien yang kini sudah dievakuasi. Hal itu dilakukan sebagai meminimalisir korban dan upaya keselamatan nyawa banyak orang.

Salah seorang pasien Aswiatun mengaku panik ketika diberitahu ada kebakaran. Ia menyebut juga ada pasien yang dievakuasi ketika sedang berada diatas kasur.

“Tadi langsunh pada suruh keluar. Dikeluarin sekasur-kasurnya,” katanya.

Sementara itu, Romadhon (31) salah seorang saksi menerangkan jika kebakaran ini terjadi saat para pekerja sedang pulang. Ia menduga kebakaran ini disebabkan oleh korseleting listrik dilarenakan dirinya heran darimana asal api itu datang.

“Posisi pabrik sudah dikunci tapi kok ada api muncul. Kalau menurut saya kayaknya karena korsleting,” jelasnya.

Begitu melihat api, dirinya langsung melakukan pemadaman mandiri dengan menggunakan apart. Saat melakukan pemadaman, dia mencoba mencari kunci gudang tapi tidak ditemukan.

“Akhirnya saya buka pakai pemotong besi,”bebernya.

Sampai pukul 18.52 WIB api di pabrik masih menyala dan semakin besar ditambah diduga mengandunh bahan kimia, terdengar beberapa ledakan. Pemadam kebakaran sempat datang namun pasokan sempat tersendat karena jalanan macet.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]