KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Meski Program Tilik Kampung Kena Nyinyir Netizen, Namun Pj Walikota Salatiga Sinoeng Tanggapi Dengan Santai

Meski Program Tilik Kampung Kena Nyinyir Netizen, Namun Pj Walikota Salatiga Sinoeng Tanggapi Dengan Santai

Meski Program Tilik Kampung Kena Nyinyir Netizen, Namun Pj Walikota Salatiga Sinoeng Tanggapi Dengan Santai

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Program Tilik Kampung yang dilakukan oleh Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi mendapat berbagai komentar baik maupun buruk di media sosial.

Walaupun mendapat komentar buruk dari warganet, dirinya tak patah arang dan terus melakukan kegiatan tersebut.

Pasalnya program Tilik Kampung tersebut dianggap warganet sebagai pencitraan.

Sinoeng mengungkapkan bahwa komentar tersebut dapat menambah semangat untuk turun dan bertemu dengan masyarakat.

Dirinya juga membuat yakin bahwa apa yang dilakukan sampai saat ini direspon oleh masyarakat.

“Macam-macam orang membuat sudut pandang itu, tetapi saya tidak apa-apa, dan saya makin tambah yakin bahwa apa yang saya lakukan adalah on the right track, saya tidak merasa kecil hati tapi semakin membuat saya bersemangat,” kata Sinoeng wartawan Senin (16/1/2023).

Saat melakukan kegiatan tilik kampung Minggu (15/1/2023) misalnya, di wilayah Gendongan Kecamatan Tingkir, Dirinya menemui seorang warga yang sedang sakit dan ada dialog dengan masyarakat saat ditemui terhadap kesulitan dan harapan mereka.

“Hal-hal tersebut bisa kita dorong, ini ada Baznas yang juga siap hadir, ada insfrastruktur yang belum terakomodir dalam Musrembang, Insyaallah bisa kita dorong lewat disposisi Wali Kota,” jelasnya.

“Beberapa aset dari Puskesmas juga akan segera kita selesaikan. Hal dialog informal tersebut dengan canda dan tawa justru bisa menjadi solusi,” ungkapnya.

Menurutnya dengan kegiatan bertemu langsung ke masyarakat khususnya di Kota Salatiga merupakan sebuah kewajiban sebagai pemimpin daerah.

“Saya hanya menjalankan kewajiban saya sebagai Pj Wali Kota dan harus turun ke masyarakat,” katanya. (rief)

 

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]