KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lepas 218 Pramuka Jateng, Ganjar: Gelorakan Pesan Damai Jambore Dunia di Korsel

Lepas 218 Pramuka Jateng, Ganjar: Gelorakan Pesan Damai Jambore Dunia di Korsel

Lepas 218 Pramuka Jateng, Ganjar: Gelorakan Pesan Damai Jambore Dunia di Korsel

Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta anggota Pramuka Jawa Tengah turut serta menyebarkan pesan damai kepada seluruh dunia. Hal itu disampaikan Ganjar saat melepas 218 anggota Pramuka Jateng, di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (29/7/2023) malam.

Ratusan anggota Pramuka Jateng itu akan mengikuti Jambore bersama 50.000 anggota Pramuka seluruh dunia, pada Jambore Dunia ke-25, yang digelar di Sae Man-Geum Korea Selatan, pada 2-12 Agustus 2023. Mereka adalah anggota Pramuka penggalang dan penegak terbaik, dari daerahnya masing-masing.

“Karena di sana nanti teman-teman akan bertemu dengan anggota Pramuka dari seluruh dunia, maka sampaikan pesan damai kepada mereka. Sebab, saat ini banyak sekali keresahan dunia karena situasi tidak menentu,” kata Ganjar memberikan arahan.

Ketua Mabida Jateng itu menambahkan, Pramuka Jateng diharapkan mampu mengajak seluruh anggota Pramuka dunia menjadi agen perdamaian. Semua harus bergotong royong dan bergandeng tangan untuk mewujudkan itu.

“Sampaikan pada dunia, bahwa kami tidak suka perang, kami ingin damai, ada kesejahteraan yang mesti diutamakan. Soal pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Ajak semua negara saling menghormati satu sama lain,” tegasnya.

Tak hanya soal itu, Ganjar juga menitipkan pesan kepada para anggota Pramuka Jateng agar selalu menjaga kekompakan dan nama baik. Ia juga meminta anggota Pramuka Jateng menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, persahabatan, dan nilai luhur lainnya.

“Jangan lupa juga belajar tentang semangat hidup orang Korea, bagaimana mereka berhasil menjadikan negaranya maju. Kenalkan juga wisata Jawa Tengah, agar banyak di antara mereka bisa datang ke negara kita. Selamat mengikuti Jambore Dunia, saya doakan semuanya sehat dan sukses,” pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]