KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Menghubungkan Keadilan, Kolaborasi Strategis PUSBAKUM UIN Salatiga dan PKBH UIN Syekh Nurjati

Menghubungkan Keadilan, Kolaborasi Strategis PUSBAKUM UIN Salatiga dan PKBH UIN Syekh Nurjati

Menghubungkan Keadilan, Kolaborasi Strategis PUSBAKUM UIN Salatiga dan PKBH UIN Syekh Nurjati

Pusat Bantuan Hukum (PUSBAKUM) UIN Salatiga dan Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengadakan pertemuan penting di Cirebon pada Jumat, 29 November 2024, untuk memperkokoh kerja sama dalam pengembangan program bantuan hukum inovatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
Foto dok IST
Kolaborasi Pusbakum UIN dan PKBM UIN Syekh Nurjati

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Langkah progresif dalam penguatan akses keadilan dilakukan oleh Pusat Bantuan Hukum (PUSBAKUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dan Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

kedua lembaga tersebut mengadakan pertemuan penting di Cirebon untuk memperkokoh kerja sama dalam pengembangan program bantuan hukum inovatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, Jumat 29.11.2024 lali.

Ketua PKBH UIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Khoiruddin, L.C., M.H., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran tim PUSBAKUM UIN Salatiga. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kedua lembaga dalam menciptakan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami merasa terhormat atas kehadiran Tim PUSBAKUM UIN Salatiga di sini. Keberadaan mereka telah menjadi inspirasi bagi kami untuk menjadi tim yang lebih solid dan bersemangat dalam menciptakan berbagai program bantuan hukum yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad Khoiruddin.

Sementara itu, Sekretaris PUSBAKUM UIN Salatiga, Nurrun Jamaludin, S.H.I., M.H.I., C.M., SHEL, menyatakan komitmennya untuk mendukung PKBH UIN Syekh Nurjati dalam mengembangkan program hukum berbasis komunitas yang inklusif dan inovatif.

“Kami di PUSBAKUM UIN Salatiga siap untuk terus memperkuat kerja sama dengan PKBH UIN Syekh Nurjati Cirebon. Program bantuan hukum berbasis komunitas adalah langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses hukum yang lebih baik. Kami berharap kolaborasi ini dapat semakin intensif di masa mendatang,” ungkap Nurrun Jamaludin.

Tujuan Pertemuan: Membuka Jalan Kolaborasi Inklusif Pertemuan ini menjadi forum produktif bagi kedua lembaga untuk berbagi pengalaman dan ide dalam mengembangkan program bantuan hukum. Diskusi yang berlangsung penuh semangat membahas berbagai inisiatif yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pendampingan hukum, memberikan solusi berbasis komunitas, serta membangun kapasitas masyarakat dalam memahami hak-hak mereka.

Dampak Jangka Panjang untuk Masyarakat Rencana kerja sama ini tidak hanya diharapkan dapat memperluas cakupan layanan hukum tetapi juga memperkuat posisi kedua lembaga sebagai mitra terpercaya dalam advokasi dan pendampingan hukum di Indonesia. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antarlembaga dalam mempromosikan akses hukum yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi ini, PUSBAKUM UIN Salatiga dan PKBH UIN Syekh Nurjati Cirebon menegaskan peran penting institusi hukum dalam menciptakan perubahan sosial yang positif melalui pendekatan berbasis komunitas.

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]