KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Air Sumber Kehidupan, Jarot Wiyono Sudah Berikan Bukti Bukan Sekadar Janji

Air Sumber Kehidupan, Jarot Wiyono Sudah Berikan Bukti Bukan Sekadar Janji

Air Sumber Kehidupan, Jarot Wiyono Sudah Berikan Bukti Bukan Sekadar Janji

Kades Kebowan, Jarot Wiyono. Saat tunjukkan bak penampungan air di desanya (Foro dok IST)

RASIKAFM.COM | SURUH – Ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian Kepala Desa Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jarot Wiyono. Meski tujuh dusun di wilayahnya telah memiliki sumber air yang dapat disalurkan ke rumah warga, penurunan debit saat musim kemarau menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.

Jarot mengatakan, penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas selama dirinya memimpin Desa Kebowan. Ke depan, ia berencana melanjutkan program tersebut jika kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin desa pada periode kedua.

“Alhamdulillah, tujuh dusun di desa Kebowan sudah mempunyai sumber yang bisa didistribusikan ke rumah-rumah,” kata Jarot, Rabu (21.10.2026)

Namun, ia mengakui ketersediaan air belum sepenuhnya terlepas dari pengaruh kondisi cuaca. Saat kemarau, debit air di sejumlah sumber mengalami penurunan sehingga perlu diantisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Menurut Jarot, pemerintah desa akan berupaya mencari sumber air tambahan apabila masih ada dusun yang mengalami kekurangan air, terutama ketika menghadapi kemarau panjang.

“Kalau memang nanti di satu dusun atau beberapa dusun masih kekurangan, kami akan berupaya mencari sumber lagi. Di saat kemarau panjang, harapannya masyarakat tidak kekurangan air,” ujarnya.

Tata kelola anggaran jadi perhatian

Selain pembangunan infrastruktur, Jarot mengeklaim tata kelola pemerintahan dan pengelolaan anggaran menjadi perhatian selama delapan tahun mengabdi sebagai kepala desa.

Ia mengatakan, pemerintah desa bersama perangkat berupaya menjalankan program sesuai kebutuhan masyarakat. Menurut dia, tata kelola yang baik menjadi dasar untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sebagaimana mestinya.

Jarot menyebut Desa Kebowan telah menjadi desa antikorupsi. Ia berkomitmen mempertahankan capaian tersebut sekaligus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Perjuangan saya dan teman-teman ini menjadi baik dan Desa Kebowan menjadi desa antikorupsi. Ke depan, akan kami pertahankan dan akan kami buat lebih baik,” katanya.

Disatu sisi dirinya menyoroti pentingnya pembangunan sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

Menurut dia, fasilitas seperti lapangan dan gedung dapat menjadi ruang berkumpul warga sekaligus lokasi penyelenggaraan kegiatan yang membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan tersedianya tempat yang memadai, warga diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berjualan dan menjalankan aktivitas ekonomi.

“Kami mencoba memperbaiki dan membuat sarana dan prasarana yang menunjang meningkatnya ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi infrastruktur, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Ingin melanjutkan program

Menjelang pemilihan kepala desa, Jarot menyatakan keinginannya untuk kembali mengabdi di Desa Kebowan pada periode kedua.

Ia menilai program yang sudah berjalan perlu dilanjutkan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Penyediaan air bersih menjadi salah satu pekerjaan yang menurutnya masih perlu diperkuat.

“Insya Allah, untuk ke depan saya akan kembali mengabdi di Desa Kebowan di periode kedua. Sudah ada bukti yang sudah kami lakukan dan ini kami tinggal meneruskan untuk perbaikan-perbaikan,” Pungkas Jarot.

Jarot saat diwawancara Rasika

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]