RASIKAFM.COM | SURUH – Delapan desa dikecamatan Suruh kabupaten Semarang akan melaksanakan Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2026. Proses ini diharapkan akaan berlangsung damai tanpa diwarnai perselisihan antarwarga.
Camat Suruh Vega Lazuardi, S.STP., M.M. secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk saling mencaci maupun menjatuhkan satu sama lain.
Menurutnya, Pilkades merupakan pesta demokrasi yang semestinya disambut dengan kegembiraan, bukan justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Ayo, karena ini pesta demokrasi, mari kita ramaikan bersama dengan bahagia. Namanya pesta itu semua orang harus bahagia. Jangan sampai ada yang saling mencaci atau saling menjatuhkan, karena semuanya masih satu keluarga dan besok pun tetap satu keluarga,” kata Vega kepada rasikafm.com, Senin (19.10.2026).
Vega menuturkan, Pemerintah Kecamatan Suruh telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan Pilkades berjalan sesuai ketentuan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintensifkan koordinasi dengan panitia pemilihan di masing-masing desa.
Menurut dia, komunikasi dan diskusi bersama diperlukan untuk menyamakan pemahaman, terutama dalam menghadapi kemungkinan munculnya persoalan selama tahapan Pilkades.
“Teman-teman panitia sudah sering kami kumpulkan dan kami ajak diskusi bersama. Karena tidak ada manusia yang sempurna, kami justru saling berkolaborasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap persoalan yang muncul harus ditangani dengan pendekatan dan ketentuan yang sama sehingga tidak menimbulkan kesan adanya perbedaan perlakuan antardesa.
“Intinya, kalau ada permasalahan di Kecamatan Suruh, penanganannya harus sama. Jangan sampai satu desa dengan desa lainnya berbeda,” jelasnya.
Vega menjelaskan, terdapat delapan desa di Kecamatan Suruh yang mengikuti Pilkades 2026.
Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah bakal calon kepala desa di delapan desa tersebut mencapai 20 orang.
Rinciannya, Desa Krandon Lor memiliki dua bakal calon, Desa Cukilan tiga orang, Desa Kebowan empat orang, dan Desa Purworejo tiga orang.
Sementara itu, Desa Suruh, Gunung Tumpeng, Medayu, dan Kedung Ringin masing-masing memiliki dua bakal calon kepala desa.
Dari delapan desa tersebut, Desa Kebowan tercatat memiliki jumlah bakal calon terbanyak, yakni empat orang.
Adapun Desa Suruh menjadi desa dengan jumlah pemilih terbanyak dibandingkan desa lainnya yang menyelenggarakan Pilkades tahun ini.
Vega menyebutkan, selain delapan desa yang mengikuti Pilkades 2026, terdapat rencana empat desa lainnya melaksanakan pemilihan kepala desa pada tahun depan.
Terkait situasi keamanan, Vega mengungkapkan bahwa kondisi wilayah Kecamatan Suruh sejauh ini masih kondusif.
Meski demikian, pemerintah kecamatan tidak mengabaikan kemungkinan munculnya kerawanan selama proses pemilihan berlangsung.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama TNI dan Polri.
“Titik kerawanan tentunya ada. Namun, kami bekerja sama dengan seluruh stakeholder, utamanya TNI dan Polri, untuk selalu melakukan mitigasi,” ungkapnya.
Selain berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga suasana tetap kondusif, baik menjelang maupun selama pelaksanaan Pilkades.












