RASIKAFM.COM | TUNTANG – Adalah H. Muhamad Nadhirin, kepala desa Tuntang 2 periode (2013 sd 2019 dan 2019 sd 2027) akhirnya enggan mendaftarkan diri kembali sebagai bakal calon kepala desa.
Dalam wawancara santai dikantor desa Tuntang, Nadhirin mengaku jika pengabdianya sebagai kepala desa cukup 2 periode saja, masih banyak orang lain yang lebih berbakat dan bisa diandalkan. “Saya kira dua periode sudah cukup, sudah banyak yang kami lakukan demi kemajuan desa Tuntang hingga mendapatkan banyak perhargaan”. Ujar kades low profile ini.
Padahal, dibawah kepemimpinan Nadhirin, Tuntang berhasil menorehkan berbagai macam penghargaan dan prestasi prestisius, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.Misalnya, Peringkat I Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Semarang, juara Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Peringkat I Lomba Kearsipan Desa Tingkat Kabupaten Semarang, desa Tuntang juga diakui sebagai desa terbaik dalam tata kelola administrasi dan kearsipan di wilayah Kabupaten Semarang.
Selain piala formal, inovasi kepemimpinan Muhamad Nadhirin dalam mengelola Dana Desa mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT).
Desa Tuntang dinilai sukses mencetak Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga mencapai Rp160 juta. melalui unit usaha BUMDesa Tuntang Sejahtera yang meliputi, Sektor Agrikultur: Sukses melakukan budidaya melon premium hidroponik dan budidaya lele skala besar yang mendukung ketahanan pangan nasional, Infrastruktur Digital: Mengembangkan bisnis internet desa komersial yang berhasil melayani ratusan pelanggan aktif sebagai mesin pencetak uang desa. Mendes PDT memuji Muhamad Nadhirin dan menetapkan Desa Tuntang sebagai desa percontohan nasional dalam hal kemandirian ekonomi dan optimalisasi Dana Desa.
Nadhirin mengaku jika tidak majunya ia sebagai calon kepala desa periode 2027- 2035 mendatang sangat disayangkan banyak pihak.
Bahkan di detik detik terakhir masa pendaftaran kades, Ia didatangi pasukan emak emak dan remaja yang memintanya maju kembali. “Tidak hanya ibu ibu, bahkan saat pertemuan dengan bapak bapak spontanitas ada warga yang memintanya untuk maju Kembali dan memimpin Tuntang sampai dengan tahun 2035”. Ujarnya.
Meski banyak desakan namun akhirnya dia tetap memilih patuh terhadap permintaan sang istri.
Sementara itu sekertaris desa Tuntang, Arya Zunita, S.H,. M.M., mengaku apa yang dipilih sang kades adalah Keputusan pribadi yang tidak dapat dipaksakan, meski secara aturan sang kades dapat maju Kembali karena baru menjabat 2 periode. “Jika secara syarat administrasi pak Nadhirin bisa maju lagi, namun beliau memilih untuk kembali menjadi warga biasa.” Ujar Ita panggilan sekdes Tuntang ini.
Ita menambahkan jika secara grafik kemajuan di desa Tuntang cukup bagus dibawah kepemimpinan Nadhirin 2 periode lalu. Dimana berbagai penghargaan berhasil diraih dan membawa Tuntang lebih diperhitungkan.
Sementara itu hingga batas akhir pendaftaran pada Kamis (15.10.2026) dua warga Tuntang atas nama Arif Qomarudin dan Joko Sugiarto mendaftar sebagai cakades. Mereka juga telah melengkapi berkas pendaftaran (Rief)












