KAWAN PEMANDU JALAN

Produk UMKM Kabupaten Semarang Dinilai Tak Kalah Saing, Alfamart Buka Peluang Masuk Rak Toko

Alfamart membuka peluang bagi produk UMKM Kabupaten Semarang untuk dipasarkan melalui jaringan toko modern dengan memenuhi standar kurasi, kualitas produk, dan kontinuitas pasokan. Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Diskumperindag akan memfasilitasi komunikasi dan pembahasan persyaratan kemitraan agar produk lokal dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Alfamart membuka peluang bagi produk UMKM Kabupaten Semarang untuk dipasarkan melalui jaringan toko modern dengan memenuhi standar kurasi, kualitas produk, dan kontinuitas pasokan. Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Diskumperindag akan memfasilitasi komunikasi dan pembahasan persyaratan kemitraan agar produk lokal dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026 dan menyerap 340.334 tenaga kerja melalui 82.420 proyek. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat membuka Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 di Semarang, Rabu (21/10/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong kolaborasi dengan investor dan kerja sama antardaerah untuk memperluas lapangan kerja serta mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Investasi Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026 dan menyerap 340.334 tenaga kerja melalui 82.420 proyek. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat membuka Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 di Semarang, Rabu (21/10/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong kolaborasi dengan investor dan kerja sama antardaerah untuk memperluas lapangan kerja serta mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Jateng Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah, Omzet Tembus Rp31 Miliar

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 35 kabupaten/kota telah menggelar 1.724 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang 2026 dengan total omzet Rp31,03 miliar. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok untuk melindungi daya beli masyarakat. Dalam GPM di Kabupaten Semarang, warga dapat membeli beras, minyak goreng, dan kebutuhan pangan lainnya dengan harga terjangkau.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 35 kabupaten/kota telah menggelar 1.724 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang 2026 dengan total omzet Rp31,03 miliar. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok untuk melindungi daya beli masyarakat. Dalam GPM di Kabupaten Semarang, warga dapat membeli beras, minyak goreng, dan kebutuhan pangan lainnya dengan harga terjangkau.

Cek Data Bansos di Pemalang, Gus Yasin Temukan Ketidaktepatan Sasaran

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memeriksa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026). Dari 480 warga yang masuk desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, hanya 244 orang tercatat menerima bantuan sosial. Ia meminta data segera diverifikasi dan diperbarui agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memeriksa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026). Dari 480 warga yang masuk desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, hanya 244 orang tercatat menerima bantuan sosial. Ia meminta data segera diverifikasi dan diperbarui agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Harga Barang Lebih Murah, Warga Pilih Belanja di Kopdes Merah Putih Bergas Kidul

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, mulai diminati warga karena menawarkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Saat meninjau koperasi tersebut, Selasa (20/10/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong percepatan operasional KDMP serta penguatan peran koperasi sebagai penyerap produk lokal dan mitra UMKM untuk menggerakkan perekonomian desa.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, mulai diminati warga karena menawarkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Saat meninjau koperasi tersebut, Selasa (20/10/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong percepatan operasional KDMP serta penguatan peran koperasi sebagai penyerap produk lokal dan mitra UMKM untuk menggerakkan perekonomian desa.

Hadir di Kampung Telo, Muhaimin Iskandar Beri Penghargaan Pengusaha UMKM Salatiga Berbasis Singkong

Dua pengusaha olahan singkong Salatiga, Tony Anindya dari Argotelo dan Hendardi dari singkong keju D-9, menerima penghargaan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Kampung Singkong Salatiga, Kamis (15/10/2026). Muhaimin mengapresiasi perkembangan produk lokal serta menyatakan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha dan industri kreatif di Salatiga.

Dua pengusaha olahan singkong Salatiga, Tony Anindya dari Argotelo dan Hendardi dari singkong keju D-9, menerima penghargaan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Kampung Singkong Salatiga, Kamis (15/10/2026). Muhaimin mengapresiasi perkembangan produk lokal serta menyatakan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha dan industri kreatif di Salatiga.

Potensi Bisnis Properti Besar, Kabupaten Semarang Benahi Kendala Perizinan Perumahan

Potensi investasi sektor perumahan di Kabupaten Semarang masih terbuka lebar, tetapi sejumlah kendala administratif perlu diselesaikan. Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini menyoroti pengembang yang belum menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), serta terbatasnya sosialisasi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah daerah mendorong perbaikan layanan perizinan dan penyediaan informasi investasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Potensi investasi sektor perumahan di Kabupaten Semarang masih terbuka lebar, tetapi sejumlah kendala administratif perlu diselesaikan. Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini menyoroti pengembang yang belum menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), serta terbatasnya sosialisasi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah daerah mendorong perbaikan layanan perizinan dan penyediaan informasi investasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.

Inacraft Oktober 2026, Dekranasda Salatiga bawa 9 Produk UMKM Lokal

Komitmen mendorong produk kriya dan UMKM lokal Salatiga agar semakin dikenal di pasar yang lebih luas terus dilakukan Dekranasda Kota Salatiga. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam INACRAFT October Vol. 5 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 7–11 Oktober 2026.

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia.

Pameran ini menjadi salah satu ruang strategis bagi pengembangan industri kriya Indonesia, sekaligus mempertemukan perajin, pelaku UMKM, buyer, dan berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.

Sebanyak 830 peserta yang menempati lima hall serta area lobby JICC. Peserta terdiri atas 706 peserta individu anggota ASEPHI, 85 peserta dari dinas, 16 stan kementerian/BUMN, 18 peserta luar negeri, serta peserta individu nonanggota dan pelaku kuliner.

Penyelenggara menargetkan 80.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, 120 potential buyer internasional, transaksi retail senilai Rp100 miliar, serta kontrak dagang mencapai 2,7 juta dolar AS.

9 Produk UMKM Lokal Salatiga Dipasarkan di INACRAFT

Dalam ajang tersebut, Dekranasda Kota Salatiga menghadirkan 9 produk UMKM lokal yang telah melalui proses kurasi untuk dipasarkan di Stan Dekranasda Kota Salatiga.

Sembilan produk tersebut mencerminkan keberagaman potensi kriya Salatiga, mulai dari batik, fesyen, aksesori, mainan edukatif, hingga kerajinan berbahan kayu dan resin.

Produk yang dihadirkan meliputi Batik Pesona Rejasa, Batik Selotigo, Batik Trisala, Fashion Markonah, Renda by Rima dengan produk aksesori rajut kawat tembaga, Tival Craft dengan bros manik dan payet, Stasiun Edukasi berupa mainan anak berbahan kayu, Crenove Art dengan produk tumbler dan mug berbahan kayu, serta Resin for Fleur.

Kehadiran sembilan produk tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga memberikan ruang bagi produk UMKM Salatiga untuk berinteraksi langsung dengan konsumen dan pengunjung dari berbagai daerah. Keberagaman produk yang ditampilkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena menghadirkan karakter kriya Salatiga dalam berbagai bentuk dan kreativitas.

Seorang pengunjung mengapresiasi keberagaman produk yang ditampilkan di Stan Dekranasda Kota Salatiga.

“Stan Salatiga memiliki varian produk yang cukup beragam dibandingkan beberapa stan lainnya. Ada batik, kerajinan tangan, sampai produk resin yang menarik karena bisa di-custom langsung di tempat. Saya tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga bisa mendapatkan produk yang lebih personal sesuai keinginan,” ujarnya Rian.

Menurutnya, keberadaan produk yang dapat dikustomisasi memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa produk kriya lokal mampu menghadirkan inovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta selera konsumen.

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi momentum penting untuk melihat peluang pengembangan produk lokal menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Produk-produk Salatiga memiliki peluang untuk ekspor. Kita perlu terus belajar, menyiapkan kualitas dan standar produk, serta mengikuti proses kurasi agar semakin siap masuk pasar internasional.”
Ujarnya.

Menurut Retno, proses kurasi dan keikutsertaan dalam pameran berskala nasional maupun internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan UMKM agar semakin memahami kebutuhan pasar. Selain kualitas produk, aspek desain, kemasan, inovasi, serta konsistensi produksi juga menjadi bagian yang perlu terus diperkuat.

Kehadiran Dekranasda Kota Salatiga di INACRAFT sekaligus menjadi upaya memperluas wawasan, jejaring, promosi, dan peluang pengembangan produk kriya daerah. Sembilan produk yang telah dikurasi dan dipasarkan dalam pameran ini menjadi representasi potensi kreatif pelaku UMKM Salatiga yang terus didorong untuk berkembang dan naik kelas.

Ekonomi Digital Jawa Tengah Makin Terhubung, QRIS Tembus Rp73 Triliun

Digitalisasi ekonomi dan keuangan di Jawa Tengah terus berkembang hingga Juli 2026, ditandai transaksi QRIS yang mencapai 870,01 juta senilai Rp73,45 triliun. Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat penggunaan pembayaran digital juga merambah UMKM, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, transaksi pemerintah daerah, hingga pembayaran lintas negara.

Digitalisasi ekonomi dan keuangan di Jawa Tengah terus berkembang hingga Juli 2026, ditandai transaksi QRIS yang mencapai 870,01 juta senilai Rp73,45 triliun. Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat penggunaan pembayaran digital juga merambah UMKM, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, transaksi pemerintah daerah, hingga pembayaran lintas negara.