KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dampingi Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri, Ganjar: Semoga Jadi Pengungkit Kemakmuran

Dampingi Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri, Ganjar: Semoga Jadi Pengungkit Kemakmuran

Dampingi Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri, Ganjar: Semoga Jadi Pengungkit Kemakmuran

WONOGIRI – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Pidekso Wonogiri, Selasa (28/12). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh presiden Joko Widodo.

Menggunakan helikopter, Jokowi, Ganjar dan rombongan terbang dari Bandara Adi Soemarmo Solo dan tiba di lokasi bendungan sekitar pukul 13.45 WIB. Setibanya di lokasi, Jokowi dan Ganjar langsung melakukan peresmian, berupa penandatanganan prasasti dan tebar ikan ke lokasi bendungan. Setelah itu, Jokowi dan Ganjar bersama rombongan ngobrol dengan perwakilan masyarakat sambil makan durian.

“Iya, hari ini saya mendampingi pak Presiden untuk meresmikan Bendungan Pidekso Wonogiri. Bendungan ini sudah lama dinantikan masyarakat karena banyak sekali manfaat yang akan diberikan,” kata Ganjar.

Selain sebagai pengendali banjir, bendungan yang di bangun di Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri ini juga berfungsi untuk mengurangi sedimentasi sungai. Air yang tertampung di bendungan, juga bisa dimanfaatkan untuk pengairan 1.500 hektar lahan pertanian warga.

“Selain itu, tempat ini juga bisa memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat Wonigiri sebanyak 300 liter perdetik. Dan manfaat lain adalah, tempat ini bisa dijadikan destinasi wisata yang menarik,” imbuh Ganjar.

Ganjar meminta masyarakat Wonogiri untuk memanfaatkan secara optimal Bendungan Pidekso itu. Masyarakat diminta memelihara infrastruktur itu dengan baik.

“Mari kita manfaatkan secara optimal, kita jaga dan semoga ini jadi pengungkit kemakmuran kita,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, Bendungan Pidekso Wonogiri sudah mulai dibangun dengan pembebasan lahan sejak 2014 lalu. Untuk pembangunan fisik, dimulai sejak 2017 dan menelan anggaran sebesar Rp772 miliar.

“Kapasitas waduk ini sebesar 25 juta meter kubik dengan luas genangan sebesar 232 hektar. Waduk ini bisa mengairi 1500 hektar sawah di Wonogiri,” kata Jokowi.

Waduk lanjut Jokowi merupakan bagian penting untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan. Waduk yang bisa mengelola air merupakan kunci untuk mewujudkan itu.

“Makanya, kita bangun waduk di seluruh provinsi di Indonesia. Tadi pagi saya meresmikan Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara dan hari ini di Pidekso Wonogiri,” pungkasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]