KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kedaulatan Pangan Menjadi Prioritas Pembangunan Pemkot Semarang Selain Penanganan Banjir di 2023

Kedaulatan Pangan Menjadi Prioritas Pembangunan Pemkot Semarang Selain Penanganan Banjir di 2023

Kedaulatan Pangan Menjadi Prioritas Pembangunan Pemkot Semarang Selain Penanganan Banjir di 2023

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mengadakan pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K). Pertemuan tersebut adalah dalam rangka refleksi akhir tahun 2022 sekaligus membahas prioritas pembangunan Kota Semarang di tahun 2023.

“Ya Alhamdulillah ini pertemuan dengan DP2K refleksi tahun 2022. Kemudian bagaimana rencana kita untuk 2023. Memang masih ada beberapa hal yang butuh masukan dari DP2K yang belum dilaksanakan, di antaranya tentang ketahanan pangan, penataan Johar, kemudian juga terkait penanganan banjir,” ungkap Pelaksana tugas Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu seperti keterangan yang diterima, Minggu (15/1/2023).

“Saya sudah bilang kepada DP2K untuk concern support selain banjir adalah kedaulatan pangan di mana ini menjadi bagian yang urgent di 2023. Seperti Pak Jokowi selalu sampaikan adalah masalah resesi global. Kalau sudah mandiri pangan, daulat pangan, maka bisa mengurangi dampak-dampak yang akan terjadi di tahun ini,” tambah perempuan yang akrab disapa Ita tersebut.

Ita pun berharap, DP2K dapat terus menjadi partner strategis Pemkot Semarang dalam mengawal pembangunan mengingat tahun ini akan banyak dilakukan pembangunan infrastruktur dalam upaya penanggulangan banjir.

“Setelah lebaran akan dilakukan pembangunan tanggul laut yang nyambung dari Semarang – Sayung, itu adalah bagian tanggul laut. Kemudian pengendalian di hulu, kita tergantung dengan Kabupaten Semarang. Caranya adalah duduk bersama baik dengan Kabupaten Semarang maupun kabupaten Demak. Kami berpikir untuk dibangun waduk,” tutur Ita.

Adanya DP2K Kota Semarang ini menjadi indikator bahwa Pemerintah Kota Semarang memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembangunan di Kota Semarang dengan melihat berbagai aspek serta memperhatikan masukan-masukan dari berbagai unsur yang dibutuhkan agar dapat berjalan seiring bersama.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]