KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mengeluh Sakit, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Mengeluh Sakit, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Mengeluh Sakit, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening. (Foto/win)

UNGARAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Semarang Bondan Marutohening terkonfirmasi positif Covid-19. Ia menyampaikan hal tersebut melalui pesan whatsapp dan meminta pihak yang kontak erat dengannya untuk melakukan uji swab.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (16/6/2021) ia tengah menjalani isolasi mandiri di rumah mertuanya. Bondan mengeluh sakit usai menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat. Kemudian ia berinisiatif memeriksakan kesehatan dan menjalani swab antigen dan diketahui positif Covid-19. Meski demikian, istri dan anaknya dinyatakan negatif usai menjalani swab antigen.

Bondan menambahkan, selama ia melakukan isolasi mandiri, seluruh agenda kerja DPRD Kabupaten Semarang dipastikan tidak terhambat. Beberapa telah dibahas dengan Wakil Ketua DPRD dan dipastikan semua berjalan normal. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]