KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Meriah! Agenda HUT ke-1.273 Salatiga, dari Festival hingga Pemecahan Rekor Muri

Meriah! Agenda HUT ke-1.273 Salatiga, dari Festival hingga Pemecahan Rekor Muri

Meriah! Agenda HUT ke-1.273 Salatiga, dari Festival hingga Pemecahan Rekor Muri

[@]Sekda Kota Salatiga Wuri Pudjiastuti mengatakan, pemecahan Rekor MURI ini bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Salatiga yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kita tidak ada agenda khusus, tapi tahun ini kita mencoba memecahkan Rekor MURI dengan berupa pembuatan Tahu Tertebal dengan ukuran 1 meteran,” kata Wuri Pudjiastuti di tengah Jumpa Pers di Gedung Papak, Kantor Pemkot Salatiga.

Ia mengungkapkan, untuk mewujudkan Rekor MURI ini Pemkot Salatiga bekerjasama dengan Primkopti Kota Salatiga. Serta, kalangan UMKM se-Salatiga khususnya pelaku usaha pengrajin tempe dan tahu.

Dimana, Pemkot Salatiga akan mengenalkan alat pembuatan tahu tertebal yang diperkirakan merupakan satu-satunya di Indonesia.

“Kita akan memperkenalkan alat pembuatan tahu Tertebal ini, dan Salatiga lah satu-satunya yang punya,” pungkasnya.

Lebih jauh ia menerangkan, pemecahan Rekor MURI yang akan dipusatkan di Gedung Korpri Kota Salatiga kawasan Kridanggo Salatiga itu juga akan dibarengi dengan kehadiran Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ke Salatiga. Serta, dijadwalkan pula kedatangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Kita baru cetuskan akan digelarnya Pemecahan Rekor MURI Tahun 2023 ini berbarengan dengan kedatangan Menteri Koperasi ke Salatiga yang akan memberikan secara simbolik kedelai murah kepada pelaku usaha tempe dan tahu di Salatiga,” papar dia.

Momentum ini ditegaskan Sekda sekaligus menggelar pameran dengan kehadiran melibatkan berbagai pelaku usaha yang akan memajang dan menjajakan hasil usaha di Halaman Gedung Korpri Salatiga.

“Diharapkan, dari kegiatan ini pertumbuhan perekonomian Kota Salatiga semakin baik khususnya, bagi pelaku UMKM,” imbuhnya.

Sinoeng N Rachmadi saat jumpa pers Hari Jadi Salatiga

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]