KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Momentum Hari Batik Nasional, SMP Muhammadiyah Plus Salatiga Deklarasikan Jadi Sekolah Ramah Anak

Momentum Hari Batik Nasional, SMP Muhammadiyah Plus Salatiga Deklarasikan Jadi Sekolah Ramah Anak

Momentum Hari Batik Nasional, SMP Muhammadiyah Plus Salatiga Deklarasikan Jadi Sekolah Ramah Anak

SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga secara resmi mendeklarasikan diri sebagai sekolah ramah anak, Senin(2/10/2023).

RASIKAFM.COM | SALATIGA – SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga secara resmi mendeklarasikan diri sebagai sekolah ramah anak, Senin(2/10/2023). Sekolah tersebut menambah deretan satuan pendidikan di Salatiga yang berkomitmen memberikan kenyamanan bagi para siswa di lingkungan belajar mengajar.

Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Sutomo menyampaikan, melalui forum deklarasi ramah anak tersebut, pihaknya berkomitmen untuk bersama-sama mengawal generasi di semua jenjang demi mencerdaskan anak bangsa.

“Tentu akan kita dorong karena tantangan ke depan pasti akan lebih berat. Saat ini kita bisa hadir untuk saling memberikan support dan komitmen mengawal generasi berkarakter dan kami siap untuk mencetak generasi emas tahun 2045,” ujarnya.

Kegiatan yang dirangkai bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional ini mengangkat tema “Menguatkan Generasi Berkarakter dalam Merdeka Belajar menuju Generasi Emas 2045”. Beragam kain, hiasan bahkan lukisan bernuansa batik juga ditampilkan dalam acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Penjabat Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi turut memberikan pemahaman dan motivasi dalam rangka pelibatan anak dalam menyambut tantangan ke depan. Menurutnya, dengan deklarasi sekolah ramah anak akan menjadi salah satu pemantik untuk menghadapi persoalan yang dihadapi.

“Masih banyak persoalan yang akan kita hadapi secara dinamis yang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Karena peradaban dan kemajuan selalu menempatkan manusia pada harkat dan martabat yang harus terus menerus dihargai, termasuk anak,” ujarnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]