KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Nelayan Jepara Diminta Melengkapi Kapal Dengan Alat Komunikasi Radio Maritim

Nelayan Jepara Diminta Melengkapi Kapal Dengan Alat Komunikasi Radio Maritim

Nelayan Jepara Diminta Melengkapi Kapal Dengan Alat Komunikasi Radio Maritim

Kapal nelayan. (Foto:ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

RASIKAFM – Nelayan di Kabupaten Jepara, diharapkan melengkapi kapalnya dengan alat komunikasi radio maritim, selain pula alat keselamatan lain yang disyaratkan sehingga ketika terjadi permasalahan saat melaut bisa dipantau dari darat.

Kepala Stasiun Radio Pantai Jepara , Distrik Navigasi Semarang, Departemen Perhubungan Laut – Kemenhub, Edi Pitono menjelaskan, dengan alat komunikasi radio maritim, maka identitasnya akan tercatat dan ketika terjadi permasalahan di laut, seperti kecelakaan juga bisa minta bantuan lewat radio sehingga titik koordinatnya juga mudah dilacak, sehingga memudahkan upaya penyelamatan.

Edi mengungkapkan di Kabupaten Jepara belum tersedia kapal penyelamatan yang bisa dioperasikan dengan ketinggian ombak tiga meteran. Penyelamatan yang paling efektif di tengah laut, tentunya dari kapal nelayan yang kebetulan melintas. Untuk itulah, ketika tersedia pesawat radio, maka bisa dimintakan bantuan kepada kapal laut yang lokasinya paling dekat dengan kapal nelayan yang mengalami permasalahan di laut.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]