URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kolaborasi Pengembangan Industri Furnitur Asli City Branding Jepara mengajak pengusaha mebel besar untuk melibatkan pengusaha kecil atau tradisional. Dalam Pameran Mebel Online Jepara (Pamuja) Berbasis Online 2023, Penjabat Bupati Jepara menyampaikan pentingnya keterlibatan pengusaha tradisional dalam upaya menjaga produksi mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pameran Mebel Online Jepara 2023 Mendorong Kolaborasi Antara Pengusaha Besar dan Tradisional

Pameran Mebel Online Jepara 2023 Mendorong Kolaborasi Antara Pengusaha Besar dan Tradisional

Pameran Mebel Online Jepara 2023 Mendorong Kolaborasi Antara Pengusaha Besar dan Tradisional

featured-img

Jepara – Para pengusaha mebel besar diharapkan melibatkan pengusaha kecil atau tradisional, agar mereka bisa terus berproduksi.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, saat membuka Kolaborasi Pengembangan Industri Furnitur Asli City Branding Jepara melalui Pameran Mebel Online Jepara (Pamuja) Berbasis Online 2023, di Gedung Shima, Selasa (27/6/2023). Menurutnya, pengusaha besar biasanya sudah mempunyai jaringan besar. Jadi, bisa melibatkan setidaknya 5-10 persen pengusaha tradisional.

“Atau bisa juga yang besar mengambil dari yang kecil, karena kalau tidak dibantu, nanti kemiskinan bertambah,” ungkap Edy.

Kepala Disperindag Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yulianto menyampaikan, untuk membangkitkan ekonomi di Jepara, pihaknya berupaya mengolaborasi pengembangan ukir, melalui pameran online.

“Jadi pameran online ini akan dilaksanakan sepanjang tahun. Nanti di dalamnya, akan ada JIF-BW, great sale, bagian dari upaya membranding ukir lagi. Seperti jika kita belanja di marketplace, tidak ada Sabtu Minggu, ini seterusnya,” jelasnya.

Disampaikan, saat ini yang mendaftar baru sekitar 140-an pengusaha. Harapannya, seluruh warga yang mempunyai usaha ukir bisa terlibat di situ.

Sebagai informasi, jumlah pelaku usaha yang tercatat pada 2022 tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Jepara 471 pelaku usaha, Tahunan (3.209), Pecangaan (291), Kalinyamatan (33), Welahan (49), dan Mayong (190).

Data ekspor dari Surat Keterangan Asal yang dikelola oleh Disperindag Provinsi Jawa Tengah, terkait komoditas furnitur dari kayu pada periode Januari hingga Maret 2023, rata-rata ekspor per bulan mencapai 127 eksportir. Rata-rata jumlah negara tujuan kegiatan ekspor itu sebanyak 61 negara. Total nilai ekspor 54,7 juta dolar AS, atau setara Rp823,8 miliar.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved