KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN

Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN

Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN

Ilustrasi Data Desil

SEMARANG – Jangan buru-buru menerima jika data kesejahteraan yang tercatat pemerintah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat aktif mengecek data dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk memastikan desil yang tercantum sudah menggambarkan kondisi ekonomi keluarga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, data desil menjadi salah satu dasar pemerintah menentukan penerima bantuan maupun program pemberdayaan masyarakat. Karena itu, ketepatan data sangat penting agar bantuan benar-benar diterima mereka yang membutuhkan.

“Desil ini yang menjadi pedoman kita untuk memberikan bantuan-bantuan, baik bantuan langsung, lalu ada bantuan khusus seperti KUBE, UEP dan lain sebagainya supaya tepat,” kata Gus Yasin saat ditemui di Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pemerintah terus memperbarui data kesejahteraan masyarakat, seiring peralihan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju DTSEN. Proses tersebut melibatkan pemerintah kabupaten dan kota agar data yang tercatat semakin sesuai dengan kondisi di lapangan.

Gus Yasin menilai kualitas data saat ini terus membaik. Bahkan, program pemberdayaan seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) mulai diarahkan berdasarkan data desil, khususnya masyarakat pada desil 1 hingga 4.

Namun, ia mengakui data yang ada masih mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi masyarakat. Karena itu, warga diberi kesempatan untuk mengoreksi bahkan menyanggah data apabila menemukan ketidaksesuaian.

“Kalau di situ merasa ada yang tidak cocok, tidak hanya operator saja, akan tetapi masyarakatnya bisa menyanggah data-data tersebut,” ujarnya.

Tak Lagi Harus Lewat Operator

Gus Yasin menjelaskan, mekanisme perbaikan data kini dibuat lebih terbuka. Masyarakat dapat menyampaikan sanggahan secara langsung melalui laman yang disediakan kementerian.

“Dari halamannya langsung bisa. Sekarang kalau dulu kan enggak bisa, kalau dulu kan harus lewat operator. Sekarang perubahan ini, perbaikan ini, DTSEN ini bisa langsung ada sanggahan,” jelasnya.

Menurutnya, kemudahan tersebut perlu disosialisasikan lebih luas agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima data, tetapi ikut berperan dalam memastikan data pemerintah tetap akurat.

Bahkan, warga juga dapat mengusulkan tetangga atau masyarakat lain yang dinilai belum tercatat dalam kelompok desil yang sesuai.

“Bisa mengusulkan, semisal ada tetangganya yang belum masuk ke desil salah satu, nah itu bisa dimasukkan,” kata Gus Yasin.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diminta menunggu bantuan datang. Mereka juga memiliki peran dalam memastikan siapa yang layak menerima bantuan dan program pemberdayaan benar-benar tercermin dalam data.

Bagi pemerintah, data yang semakin akurat diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]